RADIO TANGGAP DARURAT BANTUAN RNL

radio RNL, belanda membantu Jaringan Radio Komunitas Sumatera Barat mendirikan radio tanggap darurat di 2 wilayah yaitu di Kiambang kecamatan 2 x11 enam Lingkung  dan Batu basa kec. III Koto Aur MAlintang padang pariaman, dengan harapan dapat membantu proses informasi yang ada di daerah bencana.

bantuan tersebut berupa satu paket pemancar, Genset, dan Radio penerima yang dibagikan ke masyarakat.

Bantuan tersebut langsung kepada pengelola radio serta masyarakat sehingga nantinya bisa terus dilanjutkan kepada proses-proses tanggap bencana selanjutnya.

masyarakat mulai dapat melakukan aktivitas dalam keseharian sehingga bisa membantu mempercepat pemulihan para kkorban bencana.

 

Komentar bertahan »

catatan Paska Gempa 1

Gempa 30 September 2009, masih menyisakan kesediahan yang mendalam, karena samapai sat ini dibeberapa daerah masih tampak onggokan bangunan yang belum dibersihkan padahal proses tanggap darurat akan segera berakhir.
akan kah terus keadaan bengini samapi tahp recovery dan reconstruksi berjalan, ataukah memang sudah hilang budaya gotong royong di minang yang dulu kita banggakan?, kemudian yang kedua, sepanjang jalan di daerah bencana nampak mande dan anak-anaknya ikut menyodorkan kardus bekas bungkus mie instan, kepada setiap yang lewat, mengharapkan bantuan dan orang yang lewat, hilangkah budaya raso pareso di negeri yang elok ini, sehingga anak-anak dan mandenya ikut “mengemis” di tepi jalan menanti belas kasihan. yang ketiga hadirnya bantuan yang bertumpuk disekitar kita, sudahkah kita juga melihat ada sanak sudara kita yang masih kekurangan di pojok nagari yang susah akses transportasi. ataukah ada pola distribusi bantuna yang pas.
yang ke empat, kesiapan kita dalam menghadapi rekonstruksi yang begitu pelik, tentunya menjadi catatan tersendiri, karena proses rekonstruksi gempa 2 tahu yang lalu belum beres, kemudian disusul dengan gempa yang kali ini,
jadi dari manakah kita mulai, ya dari kesadaran yang “dapek kito pacik basamo-samo”

Komentar bertahan »

Rekonstruksi Sumbar Dilakukan Seperti Rekonstruksi Yogyakarta

Kamis, 15 Oktober 2009 23:47 WIB 0 Komentar
Penulis : Thalatie Yani

JAKARTA-MI: Pemerintah menetapkan rekonstruksi dan rehabilitasi
pascagempa Sumatera Barat (Sumbar) dan Jambi dilakukan seperti
rekonstruksi dan rehabilitasi di Yogyakarta. Tapi juga mengambil pola
Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh dan Nias.

“Pola penanganan seperi tsunami di Aceh, partisipasi masyarakat dapat
tertampung lebih maksimal. Pola Yogya untuk perumahan, BRR yang lain
agar akuntabilitynya lebih terjaga,” tukas ketua BNPB Syamsul Maarif
usai mengikuti sidang kabinet terbatas diperluas di seketariat negara,
Jakarta, Kamis (15/10).

Dalam sidang kabinet terbatas diperluas itu Presiden memerintahkan menko
kesra Aburizal Bakri, Menkoperek Sri Mulyani dan BNPB menyampaikan
saran. Mereka juga akan menyampaikan penetapan tanggapdarurat selesai
dan dimulainya masa rekonstruksi dan rehabilitasi pada saatnya nanti.
Masa tanggap darurat selesai setelah verivikasi kerusakan bangunan selesai.

“Verifikasi dilakukan 15 hari sejak tanggal 5 Oktober. Dilakukan dua
kali, pertama oleh wakil gubernur dengan 700 mahasiswa dan kedua oleh
Bappenas, PU dan BNPB,” papar Syamsul.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan untuk tanggap darurat,
utamanya penyelamatan korban sudah dihentikan sejak Rabu (14/10). “Sudah
tidak ada laporan orang hilang lagi dan masyarakat telah merelakan
wilayah di Agam dan Pariaman yang tertimbun menjadi kuburan massal,”
ujarnya.

Pemenuhan kebutuhan dasar sudah didistribusikan. Hingga saat ini beras
tang didistribusikan seberat 400gr per orang dan Rp5.000 per hari per
orang untuk lauk pauk. Stok beras tersedia 13 ribu ton, untuk memenuhi
kebutuhan dasar empat bulan.
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengatakan pemeritah sudah mendrop 6000
tonberas dalam waktu dekat. Stok tersisa di dolog sebesar 14 ribu ton
guna menghidupi masyarakat Sumbar 4 bulan lamanya. Uang lauk pauk 5 ribu
orang, per hari. untuk 20 hari, total yang sudah dicairkan Rp44 milyar.

Mengenai hunian masih sebanyak 90ribu kepala keluarga yang kekurangan
tenda. Namun 2/3 akan dipenuhi minggu ini.
“Sisanya gubernur mempunyai insiatif memberi alat pertukangan untuk
membuat shelter. Mereka mampu menggunakan sisa bangunan untuk membuat
shelter yang lebih aman,” tukas Syamsul.

Kebutuhan dasar air minum, energi listrik berjalan normal. Air minum 80
persen. Padang Pariaman listrik menyala 100 persen. Sekolah rusak 3100
dan diharapkan minggu ini selesai untuk sekolah sementara. Setiap kelas
yang satu lokal mendapatkan Rp8 juta.

Mengenai pemenuhan kebutuhan dasar hunian, akan dibagi menjadi tiga
cluster. Pertama perumahan, kedua perkantoran dan terakhir ialah
fasilitas umum.

Sementara itu Gamawan mengungkapkan 1117 orang meninggal. Yang berhasil
teridentifikasi sebanyak 907 orang. Yang lain tertibun tanah longsor,
yakni 210 orang. Mereka sudah dibuatkan daftar nama dan tidak
diidentifikasi lagi karena ketebalan tanah lebih dari 10 meter. (Rin/OL-7)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/10/100469/126/101/Rekonstruksi-Sumbar-Dilakukan-Seperti-Rekonstruksi-Yogyakarta

Komentar bertahan »

RANAH MINANG BERDUKA

semoga masyarakat yang ada di sumatera barat, padang, Pariaman, padang pariaman, mentawai, Pasaman, semoga tetap di beri ketabahan dalam menerima keadaan.

Komentar bertahan »

Pengurangan Risiko Bencana Alam Berbasis Komunitas, Kombinasikan Teknologi dan Ibadah

Pengurangan Risiko Bencana Alam Berbasis Komunitas, Kombinasikan Teknologi dan Ibadah

Rabu, 09 Juli 2008
Kabupaten Solok memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa. Seperti keindahan alam, lahan pertanian dan yang lainnya. Selain itu, dinilai  maju di bidang pemerintahan dengan kepeloporan penerapanan good local governance secara konsisten dan konsekuen di Indonesia, serta  maju di bidang pembangunan dan, kemasyarakatan.

Namun pelaksanaan kegiatan pembangunan itu sendiri dengan sejumlah hasilnya tidaklah mudah. Daerah penghasil beras ternama ini dihadapkan pada situasi kondisi yang  rawan bencana seperti gempa, gunung meletus, konflik masyarakat, banjir, angin ribut/badai dan lainnya. Bahkan, Gunung Api Talang yang ada di Kabupaten Solok hingga saat ini masih menunjukkan aktivitasnya yang berfluktuasi.

Berbekal pengalaman setiap kali menghadapi bencana alam, Kabupaten Solok tak hentinya terus menyiapkan dan menyiagakan diri agar kian mapan dalam penanganan, baik sebelum terjadi, saat terjadi dan setelah terjadi bencana.

Bupati Solok, Gusmal mengatakan, daerahnya saat ini telah memiliki protap penanganan bencana alam. Ke depan, segera disiapkan pula crisis centre yang dilengkapi dengan  peralatan pendeteksi runnet yang bisa mengakses langsung informasi dari BMG.

Menurut Kepala BMG Padangpanjang Sumarso,  harga satu set peralatan pendeteksi bencana alam runnet Rp40 juta. Sejauh ini, ada 5 daerah kabupaten/kota di Sumbar yang telah menggunakan. Masing-masing di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Mentawai dan Kabupaten Padangpariaman. Untuk operasional peralatan ini, ditempatkan petugas yang telah dilatih BMG.

”Sebetulnya, kita telah mensosialisasikannya tidak terbatas pada 5 daerah tersebut, contoh salah satunya Kabupaten Dharmasraya,” ujar Suarso. Menurut Kepala BMG Sumatera Barat itu, runnet yang berasal dari pusat tersebut sangat canggih.

Meski hanya dilengkapi seperangkat komputer dan receiver, namun peralatan dimaksud bisa beroperasi tanpa hambatan. Tidak tergantung telepon macet dan akurasi datanya sangat tinggi. Pengguna bisa mendapatkan langsung ekspos database. Untuk masalah yang masih ada, ungkap Suarso, hanya menyangkut bahasa teknis.

”Bahasa teknis itu tidak semua pengguna bisa memahami. Tapi, kita telah menambah database,” aku Kepala BMG seraya menambahkan BMG Sumatera Barat pun telah menyerahkan 6 sirene pendeteksi tsunami. Masing-masing kepada Pemkab Pesisir Selatan, Padang, Padangpariaman, Tiku Agam dan Pasaman Barat.

Tidak cukup hanya itu, Pemkab Solok, Kamis (3/7) menggelar kegiatan lokakarya Studi Pengurangan Risiko Bencana Alam Berbasis Komunitas dan Menciptakan Komunitas yang Aman Melalui Pengurangan Risiko Bencana, di guest house rumah dinas Bupati Solok, Arosuka.

Lokakarya yang didukung Bappenas, BNPB, badan dunia UNDP, Depdagri, Konsultan  SC-DRR, Pusat Studi Menejemen Bencana UPN Veteran Jogyakarta tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Solok, Gusmal yang sekaligus memberikan sambutan dengan leading sector Bappeda Kabupaten Solok.

Pada kesempatan lokakarya, Gusmal meminta masyarakat Kabupaten Solok tidak hanya mengandalkan upaya teknis manusia semata. Melainkan, secara mendasar hendaknya tetap mengingat dan berdoa kepada Allah SWT, minimal melalui shalat Tahajjud dan shalat Duha.

Terkait dengan ini, bupati menambahkan Pemkab Solok sejauh ini telah memprakarsai kegiatan ritual keagamaan bagi pembekalan rohani/mental umat berupa tabliqh akbar, tausyiah, dzikir bersama, ESQ dan lainnya. ”Jadi, jangan lupa kebesaran dan kekuasan Allah. Semuanya itu datang atau berasal dari dan akan kembali pula kepada Allah,” katanya. (romeyzar)

Padangekspres.co.id, rabu, 09 juli 2008

Komentar bertahan »

Aktivitas Radio Komunitas Sumatera Barat

penyiarTidak tahu ini cuma nampang siaran atau memang penyiar beneran di sebuah radio komunitas di Pinggiran Bukittinggi Sumatera Barat, he.he

rakom2ini adalah peserta dan fasilitator TOT Radio Komunitas untuk Wilayah Sumatera Barat, tapi yang punya radio komunitas dan masih terus bertahan sampai sekarang siapa saja ya, mungkin dengan dokumentasi ini kita bisa mempertemukan kembali radio komunitas di Sumatera Barat.

salam untuk semua. semoga menajdi semua langkah yang nyata.

Komentar bertahan »

PENGELOLA RAKOM Stallon fm

kawan-kawan inilah pengelola rakom stallon fm Payakumbuh, yang berada jauh dari pusat pemerintah Sumatera Barat, radio ini bertekad menghadirkan dan menyajikan informasi tentang Usaha Kecil Menengah di komunitasnya.

SIMEN PENGELOLA RADIO KOMUNITAS STALLON FM

SIMEN PENGELOLA RADIO KOMUNITAS STALLON FM

Komentar bertahan »

PROFILE RADIO KOMUNITAS STALLON FM PAYAKUMBUH

LATAR BELAKANG RAKOM STALLON FM

Rakom Stallon fm berangkat dari radio hobi. Simen Hadi pimpinan Stallon fm juga sebagai teknisi di Stallon fm.

Awalnya keinginan Simen untuk merakit pemancar fm dimulai semenjak Simen masih menjalani pendidikan di STM.

praktek demi praktek,akhirnya baru bisa membuat pemancar fm 50 watt yang boleh dikatakan sudah hampir memenuhi standar ditahun 2004 dan waktu itu stallon fm masih bernama EXSPERIMENT FM.

Dulunya Simen disamping siaran di FM juga ngebrik di jalur 80 meter band,dan akhirnya ber QRO dengan Bapak Agus sumarso(pengelola Rakom WAHANA FM di mentawai) beliau juga siaran di fm dan telah bergabung dengan JRKSB.Dari sinilah Simen tau adanya JRKSB akhirnya EXSPERIMENT FM gabung dengan JRKSB,dan ganti nama dengan STALLON FM

SETELAH GABUNG DI JRKSB & JRKI

Setelah gabung di jrksb,Simen mulai berfikir agar stallon fm bisa terus mengudara (tidak lagi radio praktek)

untuk pemasukan Stallon fm,beberapa pengelola stallon fm menggelar acara kartu request yang dijual dengan harga Rp 250 kemudian Rp 500.

Selang beberapa waktu berjalan akhirnya ada undangan dari pengurus JRKSB untuk menghadiri acara konsolidasi rakom sumbar

dari situlah mulai mempelajari tentang rakom.sayangnya setelah itu tidak ada lagi kegiatan JRKSB sehingga Simen mempelajari sendiri tentang rakom dengan bertanya ke bapak Marzuni,bapak Agus sumarsono,bapak Jufri,dan bapak Munadi.Sedikit demi sedikit akhirnya bertambah juga wawasan Simen dalam mengelola sebuah rakom.dan kemudian mengisi data base JRKI

STALLON FM ADALAH RADIO KOMUNITAS USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM)

Sebagai radio komunitas,tentunya Stallon fm juga harus mencari komunitas.melihat jorong taratak adalah sebuah desa kerajinan anyaman mensiang,disini disebut degan nama kombuik.(mensiang di tasikmalaya disebut degan mendong)

yang mana usaha tersebut termasuk UMKM,dan boleh dikatakan masih banyaknya masyarakat hidup miskin,maka Simen menjadikan Stallonfm sebagai radio komunitas UMKM.dan Simen bersama pengelola stallon fm yang lain mulai menghadirkan informasi seputar umkm,berita dan lain lain.yang sebelumnya format acara di Stallon fm hanya bersifat hiburan.tentunya tanpa adanya informasi radio belum membawa mamfaat,mamfaatnya hanya sebagai media hiburan,belum menambah pengetahuan untuk masyarakat.

PENYIAR STALLON FM

Penyiar tetap di Stallon fm ;Simen Hadi (Emen nama udara),Anggi taofano fajri (Evant,nama udara),okta romi wenestia(Chania nama udara).Namun yang sering siaran Hanya evant yang masih ber status single.Rata rata mulai jam 2 sampai jam 6,kemudian dari jam 8 sampai jam 11 malam.emen & chania hanya mengisi acara pada waktu evant nya tidak datang ke studio Stallon fm atau pada acara acara tertentu.evant yang masih single menghabiskan hari harinya siaran di stallon fm walaupun dengan gaji yang belum memadai,tapi karna mempunyai hobi dipenyiaran yang tinggi untuk gaji tidak masalah.untuk gaji berdasarkan dari porsentase pemasukan perbulan,jadi besarnya perbulan tidak tetap.

ACARA RUTIN DI STALLON FM

Stallon fm setiap harinya mulai mengudara dari jam 11 siang sampai jam 11 malam.awal mengudara hanya menghadirkan lagu lagu minang belum ada suara penyiarnya.sekitar jam 1siang baru ada suara penyiar di stallon fm dengan acara requestan disertai tips tips pendek.

Jam 3 sore dan 8 malam Stallon fm menghadirkan INFO STALLON FM,disini info yang dihadirkan dominan tentang membangun usaha,dan lain lain nya yang dirasa dibutuhkan oleh masyarakat.untuk sumber info stallon fm,dulunya bersumber dari koran,tabloid dan majalah.sekarang disamping koran,tabloid dan majalah info Stallon fm bersumber dari internet,karna topik apapun yang dibutuhkan,gampang mencarinya.

Jam 9 malam sampai jam 11,stallon fm menghadirkan acara HALLO STALLON FM (suara penelpon di udarakan).

Selasa malam khusus menghadirkan Lagu minang klasik seperti saluang klasik,rabab pasisia,Randai,salawat dulang,dan lagu sejenis.

Jam 7 sore merelay berita dari salah satu radio satelit.

Beberapa Kegiatan STALLON FM

Stallon fm pernah meliput acara secara langsung (live) dari lapangan diantaranya :

- pembukaan latihan anyaman sistem tenunan di Taratak (program PNPM mandiri),yang dibuka oleh bupati Kab 50 kota,

- penutupan latihan anyaman sistem tenunan,yang di tutup oleh salah seorang dari dekranasda sumbar,ketua DPRD 50 kota,dan

- wakil bupati beserta rombongan.

- kunjungan ketua dekranasda sumbar, Ny Vita Gamawan fauzi ke sentra kerajinan anyaman di Taratak.

- Liputan perpisahan MTI tabek gadang sekaligus PILDACIL yang diselenggarakan oleh MTI tabek gadang.liputan dalam bentuk

- rekaman kemudian disiarkan diradio.

- Acara yang pernah diselenggarakan di studio stallon fm diantaranya:

- Dialog interaktif dengan narasumber ketua koperasi dan UKM Kab 50 kota,mantan koperindag dan pengelola perusahaan daerah

- kerjasama dengan Depkominfo.

- Acara Anak TK diradio yang di isi oleh 2 TK di kenagarian kubang.

- Muhadarah yang diisi oleh MDA/MIS di Taratak

PENGELOLA STALLON FM MENGENAL INTERNET

Sebelumnya Stallon fm belum mengenal internet.jangankan internet,komputer pun belum.Siaran hanya memakai 2 buah DVD player .Setahun belakangan Stallon fm baru siaran memakai komputer.setelah bisa mengoperasikan komputer,ada juga keinginan untuk bisa internetan,tapi belum begitu paham internet.kemudian Simen kedatangan teman lama Edi Chandra (mr.cull nama udara) yang baru saja pulang dari rantau yang sudah berpengalaman di komputer dan internetan.Setelah mempelajari kemudian langsung buka e-mail (stallonfm@yahoo.co.id) dan cari informasi di internet atau penggunakan segala fasilitas internet.

Kedepan Stallon fm akan selalu berusaha mengadakan perubahan perubahan.Baik acara,peralatan siar,manajement,dll

walaupun lambat,tapi pasti (mudah mudahan).

Radio Komunitas STALLON FM

Jl.Raya taratak KM 1,Taratak Kubang,Kec Guguak,Kab 50 kota

Sumatera Barat

Mail : stallonfm@yahoo.co.id

Komentar (1) »

Harga Rp700 Juta, Sirine Tsunami Ternyata Tidak Anti Petir

PadangKini.com | Selasa, 11/11/2008, 10:02 WIB

PADANG–Sirine tsunami bantuan BMG (Badan Meteologi dan Geofisika) yang di Sumatera Barat dibangun 7 unit sejak 2 tahun lalu, ternyata tidak anti petir.

Ini terbukti setelah sirine untuk Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) yang didirikan di Kota Pariaman hangus disambar petir sekitar dua bulan lalu.

“Ditembak petir menjelang Ramadan kemarin, semua rangkaian alat elektroniknya  dari Jakarta sedang memperbaiki karena karena masih garansi, tapi tidak terkejar lagi untuk bisa diuji coba Selasa (11/11) ini,” kata Ade Edwar, Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Sumatera Barat kepada PadangKini.com, Selasa (11/11).

Kejadian itu, kata Ade, membuktikan sirine seharga Rp700 juta per unit tersebut tidak dirancang anti petir, karena itu diharapkan bisa diperbaiki dan ditambah agar anti petir. (syof)

Komentar bertahan »

Warga Sumbar Diminta Waspadai Banjir dan Longsor Hingga Desember

PadangKini.com | Selasa, 11/11/2008, 7:50 WIB

PADANG–Sebanyak 19 kabupaten dan kota diminta mewaspadai ancaman longsor dan hingga Desember mendatang karena tingginya curah hujan. Curah hujan di atas rata-rata akan terjadi di sebagian besar daerah di Sumatera Barat terutama di Pesisir Selatan, Padang, dan Pasaman.

Koordinator Pusdalop (Pusat Pengendalian dan Operasional) Kesiagaan Bencana Sumatera Barat Ade Edward, Selasa (11/11) mengatakan, pihaknya telah menerima peringatan bahaya longsor di Sumatera Barat  dari Badan Geologi serta informasi dari BMG Pusat.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar bukit yang terjal dan pemukiman yang berjarak 50-100 meter dari sungai diminta waspada dan kalau bisa mengungsi dulu, selain itu kita juga meminta masyarakat memeriksa hulu sungai, air terjun, kalau ada yang tersumbat alirannya oleh kayu tolong bersihkan, agar air tidak merembes ke tanah yang bisa menjadi longsoran lumpur seperti yang terjadi di Malalak Jumat lalu,” kata Ade.

Lereng atau bukit yang pernah longsor diwaspadai, karena longsor selalu kembali terjadi di tempat yang sama dan berulang dengan jangka waktu 4 sampai 5 tahun, seperti di beberapa daerah di Sumatera Barat.

Ia juga meminta Pemda Pesisir Selatan mulai mempersiapkan perahu karet, karena banjir bisa terjadi di daerah Pesisir Selatan yang sudah langganan banjir. Selain tu masayarakat juga diminta membersihkan got dan saluran air untuk antisipasi banjir.

“Gubernur juga sedang membuat surat peringatan dini kepada kepala daerah 19 kabupaten dan kota untuk meminta mewaspadai banjir dan  longsor,” kata Ade Edward. (yanti)

Komentar bertahan »