PadangKini.com | Kamis, 08/04/2010, 8:27 WIB
PADANG–Sembilan kecamatan di Kabupaten Agam dan Padangpariaman, Sumatera Barat berpotensi banjir bandang atau ‘galodo’ bulan April ini, jika hujan di atas normal. Sedangkan 43 kecamatan lainnya berpotensi terjadinya gerakan tanah menengah hingga tinggi yang bisa menyebabkan longsor.
Demikian Laporan Penelitian Gerakan Tanah yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui situs resmi portal.vsi.esdm.go.id, awal April 2010 ini.
Kesembilan kecamatan itu 6 di Padangpariaman, yaitu Sungai Limau, Sungai Garingging,V Koto Kampung Dalam, Lubuk Alung, VII Koto Bagian Utara, dan Batang Anai. Tiga lainnya di Kabupaten Agam, yaitu IV Angkat Candung, Banuhampu Sei Puar, dan Lubuk Basung.
Sementara, 44 kecamatan lainnya termasuk ke dalam zona kerentanan menengah hingga tinggi yang bisa menyebabkan longsor jika terjadi curah hujan di atas normal.
Zona kerentanan tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada Zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
Sedangkan kerentanan menengah adalah daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada Zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
Kecamatan rawan longsor menengah hingga tinggi terbanyak berada Kota Padang 8 kecamatan, Agam 6 kecamatan, Pasaman dan Pasaman Barat 6 kecamatan, Kabupaten Solok dan Solok Selatan 5 kecamatan, Padangpariaman 3 kecamatan, Tanahdatar dan Padangpanjang 5, Sawahlunto 3, Limapuluhkota 3, Sijunjung 2, Pesisirselatan 2, dan Dharmasraya 1.
Dari 19 kota kabupaten di Sumatera Barat hanya 2 kota yang tidak termasuk daftar zona rawan longsor dan banjir bandang pada bulan April, yaitu Payakumbuh dan Kota Pariaman.
Karena itu warga yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana tersebut diminta waspada dan mencari tempat aman jika hujan turun di atas normal. (syof)