Pengurangan Risiko Bencana Alam Berbasis Komunitas, Kombinasikan Teknologi dan Ibadah

Pengurangan Risiko Bencana Alam Berbasis Komunitas, Kombinasikan Teknologi dan Ibadah

Rabu, 09 Juli 2008
Kabupaten Solok memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa. Seperti keindahan alam, lahan pertanian dan yang lainnya. Selain itu, dinilai  maju di bidang pemerintahan dengan kepeloporan penerapanan good local governance secara konsisten dan konsekuen di Indonesia, serta  maju di bidang pembangunan dan, kemasyarakatan.

Namun pelaksanaan kegiatan pembangunan itu sendiri dengan sejumlah hasilnya tidaklah mudah. Daerah penghasil beras ternama ini dihadapkan pada situasi kondisi yang  rawan bencana seperti gempa, gunung meletus, konflik masyarakat, banjir, angin ribut/badai dan lainnya. Bahkan, Gunung Api Talang yang ada di Kabupaten Solok hingga saat ini masih menunjukkan aktivitasnya yang berfluktuasi.

Berbekal pengalaman setiap kali menghadapi bencana alam, Kabupaten Solok tak hentinya terus menyiapkan dan menyiagakan diri agar kian mapan dalam penanganan, baik sebelum terjadi, saat terjadi dan setelah terjadi bencana.

Bupati Solok, Gusmal mengatakan, daerahnya saat ini telah memiliki protap penanganan bencana alam. Ke depan, segera disiapkan pula crisis centre yang dilengkapi dengan  peralatan pendeteksi runnet yang bisa mengakses langsung informasi dari BMG.

Menurut Kepala BMG Padangpanjang Sumarso,  harga satu set peralatan pendeteksi bencana alam runnet Rp40 juta. Sejauh ini, ada 5 daerah kabupaten/kota di Sumbar yang telah menggunakan. Masing-masing di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Mentawai dan Kabupaten Padangpariaman. Untuk operasional peralatan ini, ditempatkan petugas yang telah dilatih BMG.

”Sebetulnya, kita telah mensosialisasikannya tidak terbatas pada 5 daerah tersebut, contoh salah satunya Kabupaten Dharmasraya,” ujar Suarso. Menurut Kepala BMG Sumatera Barat itu, runnet yang berasal dari pusat tersebut sangat canggih.

Meski hanya dilengkapi seperangkat komputer dan receiver, namun peralatan dimaksud bisa beroperasi tanpa hambatan. Tidak tergantung telepon macet dan akurasi datanya sangat tinggi. Pengguna bisa mendapatkan langsung ekspos database. Untuk masalah yang masih ada, ungkap Suarso, hanya menyangkut bahasa teknis.

”Bahasa teknis itu tidak semua pengguna bisa memahami. Tapi, kita telah menambah database,” aku Kepala BMG seraya menambahkan BMG Sumatera Barat pun telah menyerahkan 6 sirene pendeteksi tsunami. Masing-masing kepada Pemkab Pesisir Selatan, Padang, Padangpariaman, Tiku Agam dan Pasaman Barat.

Tidak cukup hanya itu, Pemkab Solok, Kamis (3/7) menggelar kegiatan lokakarya Studi Pengurangan Risiko Bencana Alam Berbasis Komunitas dan Menciptakan Komunitas yang Aman Melalui Pengurangan Risiko Bencana, di guest house rumah dinas Bupati Solok, Arosuka.

Lokakarya yang didukung Bappenas, BNPB, badan dunia UNDP, Depdagri, Konsultan  SC-DRR, Pusat Studi Menejemen Bencana UPN Veteran Jogyakarta tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Solok, Gusmal yang sekaligus memberikan sambutan dengan leading sector Bappeda Kabupaten Solok.

Pada kesempatan lokakarya, Gusmal meminta masyarakat Kabupaten Solok tidak hanya mengandalkan upaya teknis manusia semata. Melainkan, secara mendasar hendaknya tetap mengingat dan berdoa kepada Allah SWT, minimal melalui shalat Tahajjud dan shalat Duha.

Terkait dengan ini, bupati menambahkan Pemkab Solok sejauh ini telah memprakarsai kegiatan ritual keagamaan bagi pembekalan rohani/mental umat berupa tabliqh akbar, tausyiah, dzikir bersama, ESQ dan lainnya. ”Jadi, jangan lupa kebesaran dan kekuasan Allah. Semuanya itu datang atau berasal dari dan akan kembali pula kepada Allah,” katanya. (romeyzar)

Padangekspres.co.id, rabu, 09 juli 2008

Komentar bertahan »

Aktivitas Radio Komunitas Sumatera Barat

penyiarTidak tahu ini cuma nampang siaran atau memang penyiar beneran di sebuah radio komunitas di Pinggiran Bukittinggi Sumatera Barat, he.he

rakom2ini adalah peserta dan fasilitator TOT Radio Komunitas untuk Wilayah Sumatera Barat, tapi yang punya radio komunitas dan masih terus bertahan sampai sekarang siapa saja ya, mungkin dengan dokumentasi ini kita bisa mempertemukan kembali radio komunitas di Sumatera Barat.

salam untuk semua. semoga menajdi semua langkah yang nyata.

Komentar bertahan »

PENGELOLA RAKOM Stallon fm

kawan-kawan inilah pengelola rakom stallon fm Payakumbuh, yang berada jauh dari pusat pemerintah Sumatera Barat, radio ini bertekad menghadirkan dan menyajikan informasi tentang Usaha Kecil Menengah di komunitasnya.

SIMEN PENGELOLA RADIO KOMUNITAS STALLON FM

SIMEN PENGELOLA RADIO KOMUNITAS STALLON FM

Komentar bertahan »

PROFILE RADIO KOMUNITAS STALLON FM PAYAKUMBUH

LATAR BELAKANG RAKOM STALLON FM

Rakom Stallon fm berangkat dari radio hobi. Simen Hadi pimpinan Stallon fm juga sebagai teknisi di Stallon fm.

Awalnya keinginan Simen untuk merakit pemancar fm dimulai semenjak Simen masih menjalani pendidikan di STM.

praktek demi praktek,akhirnya baru bisa membuat pemancar fm 50 watt yang boleh dikatakan sudah hampir memenuhi standar ditahun 2004 dan waktu itu stallon fm masih bernama EXSPERIMENT FM.

Dulunya Simen disamping siaran di FM juga ngebrik di jalur 80 meter band,dan akhirnya ber QRO dengan Bapak Agus sumarso(pengelola Rakom WAHANA FM di mentawai) beliau juga siaran di fm dan telah bergabung dengan JRKSB.Dari sinilah Simen tau adanya JRKSB akhirnya EXSPERIMENT FM gabung dengan JRKSB,dan ganti nama dengan STALLON FM

SETELAH GABUNG DI JRKSB & JRKI

Setelah gabung di jrksb,Simen mulai berfikir agar stallon fm bisa terus mengudara (tidak lagi radio praktek)

untuk pemasukan Stallon fm,beberapa pengelola stallon fm menggelar acara kartu request yang dijual dengan harga Rp 250 kemudian Rp 500.

Selang beberapa waktu berjalan akhirnya ada undangan dari pengurus JRKSB untuk menghadiri acara konsolidasi rakom sumbar

dari situlah mulai mempelajari tentang rakom.sayangnya setelah itu tidak ada lagi kegiatan JRKSB sehingga Simen mempelajari sendiri tentang rakom dengan bertanya ke bapak Marzuni,bapak Agus sumarsono,bapak Jufri,dan bapak Munadi.Sedikit demi sedikit akhirnya bertambah juga wawasan Simen dalam mengelola sebuah rakom.dan kemudian mengisi data base JRKI

STALLON FM ADALAH RADIO KOMUNITAS USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM)

Sebagai radio komunitas,tentunya Stallon fm juga harus mencari komunitas.melihat jorong taratak adalah sebuah desa kerajinan anyaman mensiang,disini disebut degan nama kombuik.(mensiang di tasikmalaya disebut degan mendong)

yang mana usaha tersebut termasuk UMKM,dan boleh dikatakan masih banyaknya masyarakat hidup miskin,maka Simen menjadikan Stallonfm sebagai radio komunitas UMKM.dan Simen bersama pengelola stallon fm yang lain mulai menghadirkan informasi seputar umkm,berita dan lain lain.yang sebelumnya format acara di Stallon fm hanya bersifat hiburan.tentunya tanpa adanya informasi radio belum membawa mamfaat,mamfaatnya hanya sebagai media hiburan,belum menambah pengetahuan untuk masyarakat.

PENYIAR STALLON FM

Penyiar tetap di Stallon fm ;Simen Hadi (Emen nama udara),Anggi taofano fajri (Evant,nama udara),okta romi wenestia(Chania nama udara).Namun yang sering siaran Hanya evant yang masih ber status single.Rata rata mulai jam 2 sampai jam 6,kemudian dari jam 8 sampai jam 11 malam.emen & chania hanya mengisi acara pada waktu evant nya tidak datang ke studio Stallon fm atau pada acara acara tertentu.evant yang masih single menghabiskan hari harinya siaran di stallon fm walaupun dengan gaji yang belum memadai,tapi karna mempunyai hobi dipenyiaran yang tinggi untuk gaji tidak masalah.untuk gaji berdasarkan dari porsentase pemasukan perbulan,jadi besarnya perbulan tidak tetap.

ACARA RUTIN DI STALLON FM

Stallon fm setiap harinya mulai mengudara dari jam 11 siang sampai jam 11 malam.awal mengudara hanya menghadirkan lagu lagu minang belum ada suara penyiarnya.sekitar jam 1siang baru ada suara penyiar di stallon fm dengan acara requestan disertai tips tips pendek.

Jam 3 sore dan 8 malam Stallon fm menghadirkan INFO STALLON FM,disini info yang dihadirkan dominan tentang membangun usaha,dan lain lain nya yang dirasa dibutuhkan oleh masyarakat.untuk sumber info stallon fm,dulunya bersumber dari koran,tabloid dan majalah.sekarang disamping koran,tabloid dan majalah info Stallon fm bersumber dari internet,karna topik apapun yang dibutuhkan,gampang mencarinya.

Jam 9 malam sampai jam 11,stallon fm menghadirkan acara HALLO STALLON FM (suara penelpon di udarakan).

Selasa malam khusus menghadirkan Lagu minang klasik seperti saluang klasik,rabab pasisia,Randai,salawat dulang,dan lagu sejenis.

Jam 7 sore merelay berita dari salah satu radio satelit.

Beberapa Kegiatan STALLON FM

Stallon fm pernah meliput acara secara langsung (live) dari lapangan diantaranya :

- pembukaan latihan anyaman sistem tenunan di Taratak (program PNPM mandiri),yang dibuka oleh bupati Kab 50 kota,

- penutupan latihan anyaman sistem tenunan,yang di tutup oleh salah seorang dari dekranasda sumbar,ketua DPRD 50 kota,dan

- wakil bupati beserta rombongan.

- kunjungan ketua dekranasda sumbar, Ny Vita Gamawan fauzi ke sentra kerajinan anyaman di Taratak.

- Liputan perpisahan MTI tabek gadang sekaligus PILDACIL yang diselenggarakan oleh MTI tabek gadang.liputan dalam bentuk

- rekaman kemudian disiarkan diradio.

- Acara yang pernah diselenggarakan di studio stallon fm diantaranya:

- Dialog interaktif dengan narasumber ketua koperasi dan UKM Kab 50 kota,mantan koperindag dan pengelola perusahaan daerah

- kerjasama dengan Depkominfo.

- Acara Anak TK diradio yang di isi oleh 2 TK di kenagarian kubang.

- Muhadarah yang diisi oleh MDA/MIS di Taratak

PENGELOLA STALLON FM MENGENAL INTERNET

Sebelumnya Stallon fm belum mengenal internet.jangankan internet,komputer pun belum.Siaran hanya memakai 2 buah DVD player .Setahun belakangan Stallon fm baru siaran memakai komputer.setelah bisa mengoperasikan komputer,ada juga keinginan untuk bisa internetan,tapi belum begitu paham internet.kemudian Simen kedatangan teman lama Edi Chandra (mr.cull nama udara) yang baru saja pulang dari rantau yang sudah berpengalaman di komputer dan internetan.Setelah mempelajari kemudian langsung buka e-mail (stallonfm@yahoo.co.id) dan cari informasi di internet atau penggunakan segala fasilitas internet.

Kedepan Stallon fm akan selalu berusaha mengadakan perubahan perubahan.Baik acara,peralatan siar,manajement,dll

walaupun lambat,tapi pasti (mudah mudahan).

Radio Komunitas STALLON FM

Jl.Raya taratak KM 1,Taratak Kubang,Kec Guguak,Kab 50 kota

Sumatera Barat

Mail : stallonfm@yahoo.co.id

Komentar (1) »

Harga Rp700 Juta, Sirine Tsunami Ternyata Tidak Anti Petir

PadangKini.com | Selasa, 11/11/2008, 10:02 WIB

PADANG–Sirine tsunami bantuan BMG (Badan Meteologi dan Geofisika) yang di Sumatera Barat dibangun 7 unit sejak 2 tahun lalu, ternyata tidak anti petir.

Ini terbukti setelah sirine untuk Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) yang didirikan di Kota Pariaman hangus disambar petir sekitar dua bulan lalu.

“Ditembak petir menjelang Ramadan kemarin, semua rangkaian alat elektroniknya  dari Jakarta sedang memperbaiki karena karena masih garansi, tapi tidak terkejar lagi untuk bisa diuji coba Selasa (11/11) ini,” kata Ade Edwar, Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Sumatera Barat kepada PadangKini.com, Selasa (11/11).

Kejadian itu, kata Ade, membuktikan sirine seharga Rp700 juta per unit tersebut tidak dirancang anti petir, karena itu diharapkan bisa diperbaiki dan ditambah agar anti petir. (syof)

Komentar bertahan »

Warga Sumbar Diminta Waspadai Banjir dan Longsor Hingga Desember

PadangKini.com | Selasa, 11/11/2008, 7:50 WIB

PADANG–Sebanyak 19 kabupaten dan kota diminta mewaspadai ancaman longsor dan hingga Desember mendatang karena tingginya curah hujan. Curah hujan di atas rata-rata akan terjadi di sebagian besar daerah di Sumatera Barat terutama di Pesisir Selatan, Padang, dan Pasaman.

Koordinator Pusdalop (Pusat Pengendalian dan Operasional) Kesiagaan Bencana Sumatera Barat Ade Edward, Selasa (11/11) mengatakan, pihaknya telah menerima peringatan bahaya longsor di Sumatera Barat  dari Badan Geologi serta informasi dari BMG Pusat.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar bukit yang terjal dan pemukiman yang berjarak 50-100 meter dari sungai diminta waspada dan kalau bisa mengungsi dulu, selain itu kita juga meminta masyarakat memeriksa hulu sungai, air terjun, kalau ada yang tersumbat alirannya oleh kayu tolong bersihkan, agar air tidak merembes ke tanah yang bisa menjadi longsoran lumpur seperti yang terjadi di Malalak Jumat lalu,” kata Ade.

Lereng atau bukit yang pernah longsor diwaspadai, karena longsor selalu kembali terjadi di tempat yang sama dan berulang dengan jangka waktu 4 sampai 5 tahun, seperti di beberapa daerah di Sumatera Barat.

Ia juga meminta Pemda Pesisir Selatan mulai mempersiapkan perahu karet, karena banjir bisa terjadi di daerah Pesisir Selatan yang sudah langganan banjir. Selain tu masayarakat juga diminta membersihkan got dan saluran air untuk antisipasi banjir.

“Gubernur juga sedang membuat surat peringatan dini kepada kepala daerah 19 kabupaten dan kota untuk meminta mewaspadai banjir dan  longsor,” kata Ade Edward. (yanti)

Komentar bertahan »

RABAB SINAR KURANJI

rabab sinar kuranji berlamat di Pasar Ambacang Kuranji PAdang Sumatera barat, dulu setiap satu minggu sekali tampil di radio komunitas kuranji, tetapi sekarang pentas yang dilakukan di tempat-tempat “alek”, ataupun bisa di undang dalam berbagai acara.

Rabab ini merupakan salah satu kesenian tradisional minangkabau yang masih terus eksis, dan pemerintah harusnya terus membina berbagi artis lokal yang akan menyokong nilai-nilai kearifan yang tumbuh di tengah masyarakat.

kelompok ini juga sudah rekaman untuk dengan judul RABAB PKDRT (rabab yang menceritakan akan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga).

bisa dihubungi secara langsung atau via e-mail :studio42cminang@yahoo.co.uk.

ADI RABAB

ADI RABAB

Komentar bertahan »

Planets Align for the 4th of July

FEATURE
Planets Align for the 4th of July 07.01.2008

<!–en español
–> + Play Audio | + Download Audio | + Email to a friend | + Join mailing list

July 1, 2008: News Flash: On 4th of July weekend, NASA forecasts lights in the sky.

No, not those lights. Look beyond the fireworks. Almost halfway up the western sky, just above the twilight glow of sunset, a trio of worlds is gathering: Saturn, Mars and the crescent Moon.

The show gets going on Friday, July 4th. Red Mars and ringed Saturn converge just to the left of the bright star Regulus. The three lights make a pretty 1st-magnitude line in the heavens: sky map.

But that is just the beginning. On Saturday, July 5th, with weekend fireworks at fever pitch, a lovely crescent Moon joins the show. Saturn, Mars, and the Moon trace an even brighter line than the night before: sky map.

Scan a small telescope along the line. You’ll see Saturn’s rings, the little red disk of Mars, a grand sweep of lunar mountains and craters, and just maybe—flash!—a manmade incendiary. How often do you see fireworks through a telescope?

This is, however, more than just a flashy gathering of planets—it is also a gathering of spaceships and robots.

Each of the three worlds is orbited or inhabited by probes from Earth. Saturn has the Cassini spacecraft, studying the gas giant’s storms, moons and rings. The Moon has two probes in orbit: Kaguya from Japan and Chang’e-1 from China. The pair, operating independently, are mapping the Moon and scanning for resources in advance of future human landings. NASA’s Lunar Reconnaissance Orbiter will join them later this year.

Right: An artist’s concept of Lunar Reconnaissance Orbiter slated to launch later this year. [more]

Mars has more probes than the others combined. Three active satellites orbit the red planet: Europe’s Mars Express and NASA’s Mars Odyssey and Mars Reconnaissance Orbiter. The three not only study Mars with their own instruments, but also form a satellite network in support of NASA’s Mars rovers Spirit and Opportunity and Mars lander Phoenix.

None of these mechanical specks are visible in a backyard telescope, but they are there, heralds of a growing human presence in the solar system. Tell that to your buddy at the fireworks show!

During the short night of July 5th, the Moon glides past Mars and Saturn so that nightfall on Sunday, July 6th, brings a different arrangement—a scalene triangle. The triad is easy to find in the hours after sunset. Look west and let the Moon be your guide: sky map.

In the nights that follow, the Moon exits stage left, leaving the others behind. Don’t stop watching, though. Saturn and Mars are converging for their closest encounter of the next 14 years. After nightfall on Thursday, July 10th, the two planets will be just ¾ of a degree apart, snug enough to fit behind the tip of your pinky finger held at arm’s length: sky map.

Now that’s spectacular—no fireworks required.

SEND THIS STORY TO A FRIEND

Author: Dr. Tony Phillips | Credit: Science@NASA

Komentar bertahan »

NOCTILUCENT STORM

PLANETS ALIGN FOR THE 4th OF JULY: Look beyond the fireworks on 4th of July weekend. A trio of worlds is converging for a pretty sunset sky show: full story. [Sky maps: July 4, 5, 6]

NOCTILUCENT STORM: A veritable storm of noctilucent cloud (NLC) activity is taking place over Europe this week. “On July 2nd, the bands were so bright and compact, they seemed to cast their own shadows on the sky,” says John McConnell of Maghaberry, N. Ireland: photo. “I’ve been observing NLCs for forty years, and I have never seen that before.” In Szubin, Poland, electric-blue tendrils swirled out of the sunset, forming an octopus-like display “over 90o wide and 40o high,” says Marek Nikodem, who captured the scene using his Nikon D50:

Normally confined to high latitudes, the glowing clouds have spread as far south as France. “On June 30th, I saw NLCs for the first time,” reports Laurent Laveder of Quimper, France: photo. “It was an exceptional night!” Near Montpellier in the south of France, Guillaume Cannat photographed an even brighter display: photo. “I did not think we could see noctilucent clouds so far from the pole,” he marvels.

The upshot is, if you live in Europe, be alert for NLCs. Observing tips may be found in the photo gallery:

2008 Noctilucent Photo Gallery
[NLC Tutorial] [Night-sky Cameras]

EARTH AT APHELION: Earth’s orbit around the sun is not a perfect circle, it’s an ellipse, and on July 4th, Earth will be at the end of the ellipse farthest from the sun. Astronomers call this “aphelion.” When we are at aphelion, the sun appears smaller in the sky (by 1.7%) and global solar heating is actually a little less (by 3.5%) than the yearly average. This provides scant relief from northern summer heat, however; click here for reasons why.

To commemorate the aphelion of 2008, last week Greek amateur astronomer Anthony Ayiomamitis photographed the sun setting behind the Portara, entrance to the 2500-yr-old Temple of Apollo on the Greek island of Naxos:

“The white sun, virtually at aphelion, seemed to pass right through the Portara,” says Ayiomamitis. “The presence of tourists in the foreground enriched the scene with the silhouettes they cast while marveling at the sunset.” Even a little sun is a big beauty!

more images: from Chris Kotsiopoulos on Naxos island, Greece; from Konstantinos Christodoulopoulos on the Greek island of Naxos

Komentar bertahan »

KARAKTERISTIK MASYARAKAT YANG TAHAN BENCANA


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Calibri; mso-font-alt:Arial; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:Calibri;} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:64.8pt 64.8pt 64.8pt 64.8pt; mso-header-margin:35.3pt; mso-footer-margin:35.3pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1825707443; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-772536690 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

MENGGUNAKAN

“KARAKTERISTIK MASYARAKAT YANG TAHAN BENCANA”

Permintaan Umpan Balik

Terima kasih atas minat anda untuk menguji coba Karakteristik Masyarakat yang Tahan Bencana. Kami mengundang anda untuk memberikan pendapat anda tentang manfaat serta informasi tentang bagaimana anda telah memanfaatkan atau menerapkan buku tersebut.

Dokumen Karakteristik adalah sebuah buku sumber, bukan sebuah buku petunjuk. Buku ini dirancang untuk mendukung proses-proses mobilisasi dan kemitraan masyarakat. Para pengguna dapat memilih informasi dan gagasan-gagasan yang relevan dari dokumen ini untuk mendukung kerja lapangan mereka sesuai dengan kebutuhan dan prioritasnya.

Karakteristik dapat digunakan untuk berbagai tujuan, dalam kerja-kerja lapangan, pelatihan dan penelitian. Dokumen ini antara lain bermanfaat dalam perencanaan dan pengkajian pra-proyek, pengkajian risiko dan kerentanan, pelatihan-pelatihan dan kursus pengenalan, pemantauan dan evaluasi, peningkatan kapasitas, sebagai satu kerangka kerja penelitian, dan sebagai alat advokasi. Dokumen ini memberikan sejumlah gagasan tentang hal tersebut namun semuanya diserahkan kepada para pengguna untuk memutuskan bagaimana mereka menerapkan Karakteristik sebaik-baiknya.

Versi revisi Karakteristik akan dipublikasikan dalam sesi kedua Platform Global PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UN Global Platform for Disaster Risk Reduction) pada Juni 2009. Selain pemutakhiran tabel-tabel tentang ketahanan, versi revisi juga akan berisi tentang satu bagian baru tentang cara-cara untuk menggunakan Karakteristik. Kami mengandalkan masukan anda untuk membantu menulis ini.

Semua umpan balik akan diterima dengan baik, bahkan jika anda hanya bisa mengirimkan umpan balik yang singkat. Silahkan mengirimkannya karena hal itu akan membantu agar Karakteristik bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat, pekerja lapang, guru dan peneliti.

Untuk melancarkan proses pengumpulan umpan balik ini, kami telah merancang satu format yang bisa menjadi acuan yang memberi penekanan pada jenis-jenis informasi yang akan berguna bagi kita (lihat halaman selanjutnya) dalam memberikan panduan tentang cara menerapkan Karakteristik serta dalam memberikan studi-studi kasus tentang berbagai jenis pemanfaatan yang berbeda. Format tersebut sederhana: hanya beberapa bagian dengan beberapa penjelasan dan anda dapat menulis sesedikit mungkin atau sebanyak mungkin yang anda mampu. Harap kirimkan salinan dokumen, gambar, video dan lain-lain yang relevan kepada kami.

Jika anda ingin mengetahui contoh-contoh studi kasus yang telah ditulis, silahkan mengajukan permintaan kepada kami.

Kami menunggu kabar dari anda,

John Twigg (untuk DFID DRR Interagency Coordination Group) j.twigg@ucl.ac.uk


MENGGUNAKAN

“KARAKTERISTIK MASYARAKAT YANG TAHAN BENCANA”

Format Umpan Balik yang Diusulkan

Format ini dirancang untuk memberikan umpan balik yang akan berguna bagi prakarsa Karakteristik Masyarakat yang Tahan Bencana, namun juga akan berguna bagi jenis pemanfaatan apa pun. Anda bisa menggunakan bagian yang berbeda atau struktur yang anda sukai.

Bahkan jika anda tidak mempunyai waktu untuk menuliskan umpan balik yang panjang, mohon tuliskanlah sesuatu! Setiap potong informasi akan berguna bagi kami untuk memperbaiki Karakteristik bagi para pengguna di masa mendatang. Tanggapan dalam bentuk catatan atau poin-poin singkat juga diterima.

Usulan struktur:

1. Judul: satu baris, menyimpulkan penerapannya.

2. Pendahuluan singkat, termasuk informasi tentang tanggal dan tempat penerapan dan siapa yang terlibat dalam aktivitas tersebut.

3. Tujuan dimana diterapkannya Karakteristik

4. Metode yang anda gunakan. Mohon berikan sebanyak mungkin informasi praktis tentang proses yang anda lewati karena hal ini akan membantu orang lain yang ingin menerapkan pendekatan yang sama.

5. Hasil dari penerapan.

6. Keluaran, jika relevan (misalnya proposal proyek, laporan evaluasi) – mohon lampirkan keluaran apa pun.

7. Pelajaran yang dipetik – tentang Karakteristik itu sendiri serta cara anda menerapkannya.

8. Kesimpulan atau gagasan-gagasan akhir.

Harap mengirimkan umpan balik anda ke John Twigg (j.twigg@ucl.ac.uk)

Untuk umpan balik dalam bahasa Indonesia, anda dapat mengirimkan ke Plan Indonesia (indonesia.co@plan-international.org) yang kemudian akan diterjemahkan dan diteruskan kepada John Twigg.

Terima kasih atas bantuan anda!

Komentar bertahan »