Arsip untuk Agustus, 2007

PROFILE STUDIO 42 C

Studio 42C adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berbentuk perkumpulan di bangun oleh seniman social yang memiliki kearifan  dalam pengembangan media komunikasi dan informasi masyarakat berbasiskan pada pengembangan budaya lokal. Keberadaannya Studio 42 C pun melalui diskusi-diskusi mengenai perlunya dibentuk sebuah institusi, yang dapat memberikan alternatif pemecahan masalah serta jalan keluarnya. Maka dari inisiatif yang ada maka oleh beberapa orang penggagas yang memiliki  latar belakang  didunia LSM serta sektor profesional di bidang media berdirilah perkumpulan Studio 42 C.

 Sekretariat

Jl. Dr. M. Hatta. No. 6 RT 11 RW 4 Ketaping Pasar Ambacang Kuranji Padang Sumatera Barat. 25152 Telp. (0751) -, CP : Hendri ihsan 0813 6343 0867 atau 0813 2888 6299

 E-Mail :

 Studio42cminang@yahoo.co.uk,   Studio42cminang@telkom.net

 Tujuan

Dalam jangka panjang bagaimana memberikan sebuah pengembangan media yang berakar pada 

budaya sendiri, serta mewujudkan tatanan masyarakat sipil yang berbasis budaya dan media sebagai alat pengerak aktiftas.

 

Latar Belakang

·    Media lokal (budaya) merupakan perekat sosial diantara adat/suku, komunitas warga dan kelompok secara turun temurun.   Heterogenitas budaya merupakan ciri yang sangat khas dan sebuah aset yang cukup besar di nusantara, tetapi upaya mengairahkan aset ini terhalang pada penerapan kebijakan pemerintah yang tiada berpihak pada lokalitas. Keberadaan masyarakat sering dinafikan dan dihilangkan dilihat dari kebijakan yang tiada keterlibatan sama sekali. Posisi media lokal sebagai perekat bangsa ini bisa dilihat betapa bergairahnya masyarakat ditingkat lokal. Masyarakat Sumatera Barat

 

·    Perkembangan teknologi dan informasi tidak terelakan lagi ini pun akan membawa dampak yang cukup besar bagi tatanan budaya lokal, masyarakat harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan pengembangan masyarakat. Sehingga keberadaan teknologi dan informasi tidak menghalangi berkreatifitas dalam menghidupkan budaya lokal.Budaya lokal sering diartikankan sebagai aset pariwisata dan barang dagangan untuk mengiasi pentas-pentas seni.

 

·    Pengaruh media global sebagai syarat perkembangan masyarakat di level dunia, membawa dampak terpinggirkannya media lokal yang ada dan telah berkembang sejak dahulu, sentuhan media global pada media lokal sering menghilangkan fungsi tata hubungan dan pola komunikasi yang telah terbangun. Maka faktor-faktor lokalitas inilah yang akan digali dan dikembangan studio 42 c ke depan.

 Visi dan Misi

Visi       : Mewujudkan Tatanan masyarakat civil yang demokratis melalui pendekatan media komunikasi dan informasi berbasiskan budaya lokal dan pendidikan alternatif.

Misi

1.       Memfasilitasi pendekatan dan pengembangan media secara partisipatif untuk mendukung kemampuan akses dan kontrol masyarakat terhadap sumberdaya yang ada serta mengembangkan hubungan mutualistik dengan pihak lain.

2.       Memfasilitasi usaha-usaha pengembangan sumberdaya manusia melalui sharing pengetahuan dan  pengalaman dalam rangka belajar bersama.

3.       Membangun jaringan komunikasi multi pihak

4.       Melakukan kajian dan advokasi kebijakan di tingkat lokal dan daerah.

5.       Memfasilitasi serta pemberdayaan pendidikan alternatif.

 Sumber Daya Manusia

 Secara kelembagaan  kehadiran studio 42 c pendiri yang memiliki keberagaman latar belakang dan kapasitas di bidang pengembangan swadaya masyarakat
, profesional dan aktifis sosial.

 

Strategi

Penguatan kapasitas media komunikasi dan informasi masyarakat   lokal melalui peningkatan kapasitas sumberdaya .  Advokasi kebijakan media sebagai ranah publik secara benar dan adil.

Pendidikan Alternatif, menjadi media pembelajaran masyarakat yang berbasis nilai-nilai lokal.

 

Pendekatan Program

Pelatihan, Dokumentasi, Fasilitasi, Advokasi, Life-in, Kajian, Penelitian,  Ritual, Teater rakyat, Kesenian Rakyat, Tradisi, Pendidikan Alternatif

Komentar bertahan »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »