Arsip untuk April, 2008

Siaga Bencana Kurang Diprioritaskan Sekolah

Kamis, 17 April 2008
Sample ImagePadang, Padek– Kesiapan sekolah-sekolah yang berada di zona merah terhadap siaga bencana betul-betul menjadi pertanyaan. Dari dua sekolah yang dikunjungi Padang Ekspres kemarin, yakni SD19 Air Tawar Barat, serta SD 52 Parupuk Tabing, nampak ketidaksiapan melaksanakan simulasi gempa dan tsunami secara rutin.  Bahkan untuk SD 52 Parupuk Tabing, pengetahuan dan

pemahaman tentang evakuasi dan penyelamatan diri terhadap bencana, hanya diserahkan kepada guru olahraga saja. Kepala sekolah pun nampak bingung ketika ditanya tentang programnya terkait siaga bencana, serta perihal tidak adanya peta jalur evakuasi terpampang di sekolahnya. Tuti Sri Juwita, Kepala SD 52 Parupuk Tabing, menjelaskan sejak menjabat sebagai kepala sekolah sejak delapan bulan lalu, ia memang belum merutinkan simulasi bencana.

Selama itu, SD ini belum pernah melakukan simulasi secara menyeluruh.“Simulasi hanya dilakukan guru olahraga sewaktu jam pelajarannya. Kebetulan yang  ikut pelatihan tentang gempa dan tsunami, baik pengetahuan untuk antisipasi dan evakuasi hanya beliau seorang. Sedangkan peta jalur evakuasi, saya tidak tahu apakah dikasih Pemko atau dibuat sekolah,” kata Tuti di ruangannya kemarin. Berdasarkan informasi yang didapat dari guru sekolah yang mengajar, mereka memang tidak memberikan pengetahuan kepada siswa terkait penyelamatan dan evakuasi, seandainya terjadi bencana gempa dan tsunami. Bahkan sebagian dari mereka merasa takut kalau harus menyingung hal itu selama proses belajar mengajar (PBM). Seolah-olah bencana gempa dan tsunami benar-benar akan datang.

Lain halnya, di SD 19 Air Tawar Barat. Kendati sudah sering melakukan simulasi, diakui masih belum secara kontinu. Di SD ini, setiap guru mata pelajaran dan guru kelas sudah terlibat langsung dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang pengetahuan dan pemahaman akan bencana gempa dan tsunami, termasuk antisipasi, evakuasi dan tips menghadapi bencana. Kepala SD 19 Air Tawar Barat, Nurmainis didampingi guru agama, Murniati, serta guru olahraga Remonsyah, mengatakan rata-rata muridnya sudah tahu apa yang harus dilakukan seandainya terjadi bencana seperti gempa atau tsunami.  Sebagai sekolah yang jaraknya tidak begitu jauh dari pantai, diakui Nurmainis, jalur evakuasi yang paling dekat adalah ke Univeristas Negeri Padang dan SMA Pertiwi. Sebab kedua lembaga pendidikan itulah memiliki bangunan-bangunan bertingkat yang agak tinggi.

“Ketika terjadi gempa, mereka kita minta berlindung dibawah meja, sedangkan meja belajar sudah banyak yang rapuh. Selain itu, dari enam kelas yang ada, lantainya pun banyak berlobang. Takutnya ketika mereka lari akan terperosok ke lobang,” katanya sambil menunjukkan sebuah kelas yang lantainya penuh lobang. Kalau memang Pemko komit untuk mengefektifkan program siaga tsunami, Murmainis minta selain teori, mereka juga diberi sarana dan prasarana. Seperti tenda, megaphone (pengeras suara), pelampung serat lainnya, serta perbaikan pada fasilitas sekolah. “Sehingga sewaktu terjadi bencana sarana dan prasarana itu bisa langsung dimanfaatkan. Tidak harus menunggu-nunggu,” pungkasnya. (pl6)

Komentar bertahan »

Pengaruh Schakel Society di Minangkabau

Selasa, 15 April 2008
Oleh : Yuhelmi Indra, Mahasiswa Sejarah Fakultas Sastra Unand
Indonesia merupakan sebuah negara yang besar yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan etnis, penjajahan yang terjadi di Indonesia yang dilakoni oleh Belanda membawa perubahan yang banyak untuk bangsa Indonesia yang besar ini. Perubahan itu meliputi segala aspek baik aspek kehidupan bermasyarakat maupun cara pandang masyarakat itu sendiri. Terlepas dari penjajahan Belanda atau dengan adanya proklamasi Indonesia sangat membawa perubahan yang signifikan bagi bangsa Indonesia . Baik dari segi ekonomi, cara pandang dan berfikir bangsa Indonesia.

Kondisi-kondisi struktural ini diperburuk oleh berbagai masalah sosial dan kultural, terutama ketegangan-ketegangan etnis dan agama yang secara potensial eksplosif dan mudah dipolitisir. Secara historis, ekonomi negara ini secara substansial kurang mendapat perhatian pada zaman Orde Lama (1945-1966), karena urgensi perjuangan-perjuangan pasca-kemerdekaan.

Perhatian Indonesia banyak dicurahkan kepada perjuangan melawan Belanda, yang kembali ke kepulauan ini antara 1945 dan 1949 guna menancapkan kembali kekuasaan kolonialnya. Energi bangsa juga terserap oleh konflik-konflik antar faksi di negara baru ini, khsusnya antara kekuatan-kekuatan komunis dan non-komunis di tahun-tahun terakhir pemerintahan Orde Lama. Indonesia sangat terkena dampak oleh dua ideologi dunia pada masa Perang Dingin: kapitalisme/liberalisme dan sosialisme/komunisme.

Sebagai sebuah negara eks-koloni yang sangat ingin mencicipi kebebasan, Indonesia sangat rentan terhadap hegemoni global Amerika. Negara ini mengadopsi sistem pemerintahan federal yang bertahan hidup sangat pendek yang dipaksakan oleh Belanda (1949-1950), dan kemudian mencoba sistem pemerintahan liberal (Demokrasi Parlementer (1950-1957)).

Minangkabau yang terletak di pantai barat pulau Sumatera dengan daerahnya mempunyai pantai selain daerah pedalaman, menyebabkan orang Minangkabau memberikan dua konsep pengertian tentang daerahnya, yaitu adanya konsep rantau dan darek. Rantau merupakan daerah perluasan dari Minangkabau asli dan darek adalah daerah inti dari Minangkabau, di daerah ini terdapat tiga luhak yaitu luhak agam, luhak tanah datar dan luhak lima puluh koto.

Dengan adanya dua konsep pengertian mengenai daerahnya orang Minangkabau itu pada hakikatnya adalah orang-orang bergerak, dapat dilihat dari suatu tradisi yang unik dalam masyarakat Minangkabau yaitu merantau. Inti dari merantau sebenarnya memang bergerak, yaitu perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Bagi orang Minangkabau merantau ini punya dua pengertian yaitu perantauan mental dan perantau fisik.

Pendidikan barat merupakan produk dari kebudayaan barat, karena salah satu dari isi kebudayaan itu yang secara universal adalah sistem pengetahuan. Kebudayaan barat bersumber pada kebudayaan kesukuan Jerman dan agama yahudi Kristen. Pendidikan yang seperti inilah yang berkembang di barat.

Seiringan dengan diperkenalkannya pendidikan sekuler di Minangkabau pendidikan ini juga terbawa. Minangkabau yang daerahnya dan peduduknya telah lama mengenal dan menganut agama Islam sekarang berurusan dengan pendidikan barat, sekuler.

Akibat dari pendidikan yang diadakan di sekolah raja adalah munculnya orang-orang yang mulai terbuka pemikirannya terhadap berbagai kepincangan yang terjadi dalam masyarakat. Ilmu yang mereka dapat membuahkan cara-cara berpikir yang kritis pada mereka, terhadap lingkungan yang selama ini mereka diamkan saja. Dan juga terhadap adat istiadat yang telah lama melingkupi mereka dan kekuasaan Belanda, yang menguasai negeri mereka.

Sebelum munculnya golongan schakel society, di Minagkabau telah ada dan berkembang dua golongan yang sangat berpengaruh yaitu golongan adat dan kelompok keagamaan. Dengan munculnya golongan schakel society maka ia merupakan golongan ketiga dalam masyarakat Minangkabau. Golongan yang dalam waktu singkat dapat menjadi besar dan berpengaruh. Anggota dari golongan schakel society ini adalah gabungan antara golongan adat dan golongan keagamaan oleh karana itu kehadirannya begitu cepat dapat diterima oleh masyarakat Minangkabau.

Bagi penguasa kolonial kemunculan golongan ini diterima dengan baik, bahkan dibinanya. Selain bertujuan untuk mendapatkan tenaga-tenaga pegawai yang mrah dan hasil pekerjaan yang baik, juga bertujuan untuk menjadikan semacam pengurangan pengaruh dari kedua golongan yang terdahulu. Apalagi pengaruh dari golongan keagamaan.

Tujuan yang utama dari Belanda memupuk golongan schakel society ini adalah untuk mengurangi dominasi kekuatan golongan adat dan kelompok keagamaan dalam hidup dan kehidupan masyarakat Minangkabau. Mereka yang dididik dalam sekolah-sekolah Belanda seakan-akan diperbelanda dan pada mereka seakan-akan dilakukan suatu penipuan kebudayaan. Karena pada mereka diperkenalkan suatu keterasingan berbeda dan tidak bisa siterima dalam kehidupan barat dan juga berbeda dan tidak bisa diterima dari kehidupan asalbya.

Salah satu ciri dari golongan schakel society ini adalah bercirikan kekotaan, telah mengenal ekonomi uang dan pandangan yang bebas. Dengan ekonomi uang manusia terbebas dari keterikatannya pada tanah, mereka bebas berusaha, kebebasan telah berada ditangan mereka.

Dengan dikenalnya kebebasan langkah untuk mencapai kemerdekaan telah dimulai dirintis. Didapatnya kebebasan oleh golongan schakel society dalam lingkungan yang tidak begitu mau bersahabat dangan menerimanya karena pendidikan dan pola pemikirannya yang cenderung kebarat-baratan, dan oleh masyarakat barat yang mendidiknya menyebabkan dari golongan schakel society ini lahir ide dan paham yang baru, ide nasionalisme yang telah melingkup suatu wawasan yang jauh lebih luas dari lokal dan lingkungan yang mengasingkannya. Suatu lingkungan dalam skope nasional. Suatu paham yang sebelumnya tidak pernah menjadi pemikiran dari pemerintah Hindia Belanda.

Timbuhnya ide nasionalisme dari golongan schakel society ini tentu bukan karena ia tidak mendapat tempat kerja, rena ia the marginal man, tetapi juga dilatar belakangi oleh mulai timbulnya kasedaran dalam diri mereka, kesadaran akan rasa senasib sepenanggungan. Kesadaran karena sama-sama dijajah oleh orang lain.

Golongan schakel society yang telah mendapat pendidikan, telah mempunyai suatu cara berpikir yang sistematis merasakan dan melihat adanya kepincangan-kepincangan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau yang makin lama makin jelas. Juarang anatara sipenjajah dengan yang terjajah makin lama makin dalam, kemiskinan semakin menggayuti rakyat Indonesia . Orang-orang Minangkabau yang semula telah bekerja pada Belanda dan yang belum bekerja tetapi telah mendapatkan pendidikan akhirnya sadar, sadr akan harga diri mereka yang telah diinjak-injak oleh Belanda.

Mereka Islam, para penjajah itu kafir. Mereka diperbudak, tapi penjajah itu tinggal enak saja. Tenaga dan tanah rakyat dikuras. Rakyat menderita dan kemiskinan merajalela. Keuntungan-keuntungan pribadi yang semula muncul dalam pikiran kaum intelektual Minangkabau akhirnya berubah menjadi suatu usaha untuk mengangkat kembali harga diri mereka, untuk berusaha menumbangkan kekuasaan bangsa penjajah.

Usaha golongan schakel society ini pada mulanya tidak lebih dari suatu dasar, suatu usaha yang belum berarti untuk mendobrak kekuasaan kolonial yang terorganisir dengan baik. Mereka hanya merupakan embrio gerakan nasionalis yang tmbuh dalam masyarakat Minangkabau. Golongan ini telah meletakkan dasar dari pergerakan nasional, telah memunculkan ide yang bersifat nasional. Mereka golongan schakel society ini adalah ujung tombak dari proses persiapan kemerdekaan negara Republik Indonesia .

Pengaruh yang dibawa oleh golongan schakel society ini sangatlah besar, mereka mempunyai peran penting dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia . Namun, melihat Minangkabau saat ini terutama para pelajarnya yang sangat jauh berbeda dengan golongan-golongan schakel society yang kita banggakan itu. Apakah mungkin akan timbul kembali golongan-golongan terpelajar Minangkabau yang akan membawa perubahan besar bagi negara dan tanah Minangkabau ini? (***)

Komentar bertahan »

Waspada Tsunami Ditingkatkan

Rabu, 12 Maret 2008
Active ImagePadang, Padek– Hasil penelitian terbaru Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Institut de Physique du Globe (IPG) Paris yang menemukan longsoran tanah di bawah laut di segmen timur Kabupaten Kepulauan Mentawai…

…sepanjang 340 kilometer yang bisa memicu tsunami, ternyata tidak diketahui pimpinan daerah maupun masyarakat setempat. “Kami pun tidak tahu kalau sekarang Pemprov siaga 24 jam,” ujar Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, kemarin. Bahkan, lanjut Yudas, sejauh ini pihaknya belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait temuan 50 peneliti dari 16 institusi yang melakukan penelitian di Mentawai 15 Februari-6 Maret 2008 tersebut. Warga juga tidak cemas, karena masyarakat di Mentawai belum mengetahuinya. Senada dengan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabaleakek. Dia mengaku baru menerima informasi itu setelah wartawan Padang Ekspres menghubunginya. “Semoga saja ancama tersebut tidak terjadi. Karena akan menambah masalah baru bagi masyararakat dalam masa rekonstruksi gempa 25 Februari lalu,” jelasnya.

Di Padang, selain menyiagakan posko bencana 24 jam, Pemprov saat ini juga sudah mempersiapkan stok logistik dan alat kesehatan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana yang diakibatkan longsoran di bawah laut Mentawai itu. ”Saya sudah memanggil Kesbanglinmas, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk menyikapi keluarnya hasil penelitian itu. Semua sistem penanggulangan bencana dievaluasi dan dilaporkan setiap awal bulan ke saya sehingga saya menjadi tahu sejauhmana kesiapan kita menghadapi bencana,” ujar Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi.

Kendala Sistem

Saat ini, kata Gamawan sistem penanggulangan bencana terus diperbaiki. Terutama tujuh kabupaten/ kota yang masuk garis merah atau berada di kawasan pesisir pantai yang rawan gempa dan tsunami. Apabila sistemnya hanya di tingkat provinsi, maka aksesnya akan terlambat ke daerah rawan tersebut. Untuk itu, gubernur akan menyurati pemerintah agar tujuh daerah rawan itu juga dilengkapi peralatan komunikasi manual dalam memudahkan penyampaian informasi bencana.

Wali Kota Padang Fauzi Bahar mengingatkan agar penelitian itu tidak menjadi kabar pertakut bagi masyarakat. Menurutnya, ini peringatan agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan, karena bencana sewaktu-waktu bisa terjadi dan tidak bisa diramal. (*)

Komentar bertahan »

RAKOM VERSI WIKIPEDIA

Radio komunitas

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Radio komunitas adalah stasiun siaran radio yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh sebuah komunitas. Pelaksana penyiaran (seperti radio) komunitas disebut sebagai lembaga penyiaran komunitas.

Radio komunitas juga sering disebut sebagai radio sosial, radio pendidikan, atau radio alternatif. Intinya, radio komunitas adalah “dari, oleh, untuk dan tentang komunitas”.

//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }
//]]>

Perkembangan di Indonesia

Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 yang ditandai dengan dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas tunggal pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia semakin kuat setelah disahkannya Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 300 radio komunitas. Radio-radio komunitas tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sebagian di antaranya telah mengorganisasikan diri dalam oraganisasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Jaringan Independen Radio Komunitas (JIRAK CELEBES), dan lain-lain.

Jaringan Radio Komunitas Indonesia

Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) dideklarasikan pada tahun 2002. Di dalam organisasi JRKI terdapat jaringan radio komunitas daerah yaitu JRK Sumatra Barat, JRK Lampung, JRK Jabotabek & Banten, JRK Jawa Barat, JRK Jawa Tengah, JRK Yogyakarta, JRK Jawa Timur, JRK Bali, JRK Lombok, JRK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dan JRK Papua.

agenda utama JRKI adalah advokasi terhadap penyiaran komunitas di Indonesia menuju demokratisasi penyiaran

Radio komunitas sampai saat ini masih menghadapi kesulitan di regulasi. Setelah mendapat pengakuan dari UU Penyiaran tahun 2002, regulasi yang berada di bawahnya seperti Peraturan Pemerintahyang mengatur lebih detail soal perizinan atau frekuensi masih belum mendukung perkembangan radio komunitas.

Jaringan Radio Komunitas Banten

Jaringan Radio Komunitas Banten, memiliki anggota 22 Radio Komunitas yang tersebar di 7 wilyah daerah, yaitu Kab/kota. Tangerang, Kab/Kota. Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang, anggota JRK Banten yang sudah mendapatkan Rekomendasi Kelayakan Dari KPID Banten, adalah 1. Perkumpulan penyiaran Radio Komunitas Warga Walantaka Serang Banten (Jaseng FM 107,7 MHz. http://jasengfm.blogspot.com) 2. Perkumpulan penyiaran Radio Komunitas Anak Muda Balaraja Tangerang (R Bamba FM 107,7 MHz) 3. Perkumpulan penyiaran Radio Komunitas Civitas Akademika IAIN SMH Banten(RDS FM 107,7 MHz) 4. Perkumpulan penyiaran Radio Komunitas MAN 1 Serang(SQS FM 107,8 MHz) 5. Perkumpulan penyiaran Radio Komunitas SMP 2 Cilegon(GST FM 107,7 MHz) 6. Perkumpulan penyiaran Radio Komunitas Mahasiswa FT Tehnik Untirta Cilegon(Flash FM 107,9 MHz)

Jaringan Independen Radio Komunitas (JIRAK CELEBES)

JIRAK CELEBES berkongres pada tanggal 28 September 2005. JIRAK CELEBES beranggotakan 32 radio komunitas untuk wilayah sulawesi selatan dan sulawesi barat. Ke-32 radio komunitas tersebut mewakili empat tipe rakom, yaitu rakom berbasis komunitas seperti masyarakat adat, masyarakat desa, dan pemulung sampah. Tipe kedua, radio komunitas berbasis isu, misalnya ada isu pendidikan, lingkungan, pembangunan kota, seni budaya dan pemuda. Tipe ketiga, rakom berbasis hobi, berupa musik dan motor. Terakhir rakom berbasis kampus.

Dalam mempermudah koordinasi dan konsolidasi, ke-32 rakom itu akhirnya dibagi menjadi 7 wilayah, yaitu Wilayah Makassar, Wilayah Ajatappareng, Wilayah Luter (Luwu Toraja dan Enrekang), Wilayah Bosowa, Wilayah Tengah (Barru, Pangkep dan Maros), Wilayah Bulukumba, Sinjai, Selayar dan Bantaeng, dan Wilayah Sulawesi Barat.

Di tingkat lokal, Perkumpulan Jurnalis Advokasi Lingkungan (JURnal Celebes), dan tingkat nasional bersama Yayasan TIFA Jakarta dan COMBINE Resource Institution [1] (CRI) Yogyakarta cukup banyak mendukung dan mendorong pembentukan JIRAK CELEBES dan pengembangan kapasitas penyelenggara radio komunitas di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tersebut.

Diwilayah Jawa Timur juga berdiri Jaringan Radio Komunitas Jawa Timur ( JRK Jatim) yang mempunyai sekitar 450 anggota radio komunitas termasuk Radio komunitas Madu fm Campurdarat Tulungagung, Madu Fm Tanggunggunung ,Madu Fm Trenggalek, dan Madu FM pantai Prigi Trenggalek.

Peran dan fungsi

Radio komunitas sebagai salah satu bagian dari sistem penyiaran Indonesia secara praktek ikut berpartisipasi dalam penyampaian informasi yang dibutuhkan komunitasnya, baik menyangkut aspirasi warga masyarakat maupun program-program yang dilakukan pemerintah untuk bersama-sama menggali masalah dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya. Keberadaaan radio komunitas juga salah satunya adalah untuk terciptanya tata pemerintahan yang baik dengan memandang asas-asas sebagai berikut:

Hak asasi manusia

Bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi melalui penyiaran sebagai perwujudan hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dilaksanakan secara bertanggungjawab, selaras dan seimbang antara kebebasan dan kesetaraan menggunakan hak antarelemen di Indonesia.

Keadilan

Bahwa untuk menjaga integrasi nasional, kemajemukan masyarakat dan terlaksananya otonomi daerah maka perlu dibentuk sistem penyiaran nasional yang menjamin terciptanya tatanan system penyiaran yang adil, merata dan seimbang guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pengelolaan, pengalokasian dan penggunaan spektrum frekuensi radio harus tetap berlandaskan pada asas keadilan bagi semua lembaga penyiaran dan pemanfaatannya dipergunakan untuk kemakmuran masyarakat seluas-luasnya, sehingga terwujud diversity of ownership dan diversity of content dalam dunia penyiaran.

Informasi

Bahwa lembaga penyiaran (radio) merupakan media informasi dan komunikasi yang mempunyai peran penting dalam penyebaran informasi yang seimbang dan setimpal di masyarakat, memiliki kebebasan dan tanggungjawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol serta perekat sosial.

diambil dari wikipedia.org

Komentar bertahan »

Pengelola Radio Komunitas di Sumbar Minta PP Penyiaran Direvisi
Senin, 19 Desember 2005 | 11:57 WIB

TEMPO Interaktif, Padang :P engelola radio komunitas di Sumatera Barat meminta pemerintah untuk merevisi sejumlah pasal dalam Peraturan Pemerintah No. 51/2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Komunitas.

Pasal-pasal yang perlu direvisi antara lain, soal keharusan mengajukan izin kepada Menteri Komunikasi dan
Informasi, perpanjangan kelayakan penyiaran selama 30
hari, dan radius siaran dibatasi maksimum 2,5 km dari
lokasi pemancar.

Selain itu, juga aturan tentang bahasa pengantar utama
harus bahasa Indonesia, seluruh modal usaha berasal
dari anggota komunitas, serta tidak jelasnya aturan
tentang larangan iklan atau siaran komersial dan
membolehkan iklan layanan masyarakat.

Nurhayati Kahar, Pengurus Jaringan Radio Komunitas
Sumatera Barat, menilai aturan tentang pengurusan perpanjangan izin selama 30 hari, dan pembatasan radius siaran maksimum 2,5 km sangat menyulitkan.

“Di daerah terpencil yang penduduknya terpencar-pencar
seperti banyak desa di pedalaman Papua atau di
Sumatera Barat sendiri, aturan tersebut jelas tidak masuk akal,” kata dia, Senin (19/12).

Pengelola radio komunitas ‘Suara Perempuan Pariaman’ itu, juga mempertanyakan keharusan radio komunitas menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama. Menurutnya, ciri khas radio komunitas adat adalah menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar utama. Aturan ini jelas akan menghilangkan ciri khas radio komunitas.

Hendri, Pengelola Kuranji FM, radio komunitas budaya Pauh, mengungkapkan, dengan dipegangnya izin
pendirian radio komunitas oleh Menteri dan bukan lagi
oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bertentangan
dengan Undang-Undang No. 32/2002 tentang Penyiaran.

“Dalam peraturan baru ini fungsi KPI sebagai lembaga
independen hanya administratif atau tukang pos dan
bukan lagi sebagai penentu kebijakan perizinan
penyiaran,” katanya.

Jaringan Radio Komunitas Sumatera Barat (JRKSB) memiliki 34 anggota radio komunitas. Di antaranya radio kumunitas masyarakat adat, Nagari, pengrajin sulaman bordir, kampus, sekolah, dan masjid. Di luar jaringan ini diperkirakan masih terdapat sedikitnya 30 radio komunitas lainnya.

Ketua KPI Daerah Sumatra Barat, Ferry Zen mengatakan, para pengelola radio komunitas memiliki waktu dua bulan untuk mengajukan revisi, karena pelaksanaan peraturan ini ditunda dua bulan. Febrianti

Komentar bertahan »

Situs Porno; Dibenci, Paling Diminati

Sabtu, 05 April 2008
Oleh : Gandha Widyo Prabowo, Mahasiswa FISIP Unair
”Mati satu tumbuh seribu”. Ibarat itulah yang bisa menggambarkan perkembangan situs-situs porno di internet. Setiap hari kemunculan situs porno baru kian merajalela. Konsumennya pun kini tak lagi didominasi orang dewasa, remaja hingga anak SD pun turut mengenal dan menikmatinya. Sungguh kondisi yang sangat mencengangkan. Data Departemen Kominfo menyebutkan bahwa 90 persen anak-anak usia 8-16 tahun pernah melihat situs porno di internet. Atas dasar fakta inilah situs pornografi akan ditutup oleh pemerintah. Argumen yang dibangun adalah karena situs-situs porno dapat merusak moral generasi muda.

Tindakan pemerintah tersebut patut diapresiasi setinggi langit. Saya sendiri termasuk pendukung program pemerintah dalam penutupan situs-situs porno ini. Tetapi, ada beberapa hal yang masih mengganjal di benak pikiran saya tentang langkah penutupan situs porno. Pertama, benarkah ada korelasi atau hubungan yang kuat antara menonton situs porno dengan bejatnya moral pada diri seseorang? Adakah penelitian ilmiah yang menyebutkan menonton situs porno dapat mengakibatkan tindak kejahatan seksual bertambah tinggi? Sebab, selama ini saya belum mengetahui sebab-akibat yang kuat di antara keduanya.

Kedua, jika argumen yang dibangun ialah untuk menyelamatkan moral generasi muda, mengapa tayangan TV yang menayangkan adegan kekerasan dan seksualitas tidak dipandang sama dengan keberadaan situs porno ini? Padahal, tayangan TV kita banyak sekali menampilkan adegan yang penuh kekerasan dan seksualitas. Bahkan, tayangan itu terus-menerus ditayangkan pada film ataupun sinetron yang ditonton berjuta-juta generasi muda. Mengapa itu mendapat perlakuan yang berbeda? Mestinya, pemerintah melakukan langkah komprehensif dan dilakukan secara holistik jika mau menyelamatkan moral generasi muda. Tidak bisa hanya dilakukan parsial.

Pada awal 1970-an, Dr Tannis Macbeth Williams dan periset lain dari Universitas British Columbia membandingkan tingkat agresi pada anak-anak kelas satu dan dua SD dari dua kota di Kanada -yang satu mempuyai TV dan yang lain tidak bisa menerima siaran TV karena terhalang deretan pegunungan. Ketika kota pegunungan itu akhirnya bisa menerima televisi, tingkat pukul-memukul, gigit-menggigit, dan dorong-mendorong pada anak-anak itu meningkat 160 persen. (Sumber: Milton Chen PhD dalam buku terjemahan Mendampingi Anak Menonton Televisi, panduan bagi orang tua). Penelitian tersebut membuktikan tingkat kekerasan yang disebabkan tayangan TV memiliki pengaruh signifikan bagi pemirsanya, terutama usia anak dan remaja.

Meski demikian, banyak adegan di TV yang terus-menerus masih memproduksi tayangan yang menampilkan kekerasan. Mengapa tidak ditutup saja sekalian tayangan-tayangan TV yang berbau kekerasan dan seksualitas itu. Kemudian, masih dalam pembahasan menyelamatkan moral bangsa, yang kontradiktif, menurut saya, mengapa keberadaan lokalisasi tetap dipertahankan? Padahal, itu adalah sesuatu hal yang dianggap merusak moral dan tepat di hadapan mata kita. Bahkan, keberadaannya akrab sekali di dalam kehidupan masyarakat kita. Sekadar contoh, siapa tidak kenal Dolly? Tempat pelacuran termasyhur di Surabaya itu sering didatangi bukan hanya masyarakat sekitar Surabaya, tetapi juga dari luar kota, bahkan luar negeri sekalipun. Tetapi, bukti perusak moral yang nyata itu tetap terjaga eksistensinya.

Penutupan situs porno yang dilakukan pemerintah bukanlah sebuah panasea untuk menjaga kesucian moral bangsa kita. Oleh karena itu, tidak perlu mengharap berlebihan dan menganggap itu hanya menjadi urusan pemerintah semata. Sebab, urusan selangkangan memang tidak pernah ada matinya. Meski sudah diblokir, ada saja pemilik situs porno yang berhasil membobol dan menampilkan sesuatu hal porno di internet. Memang, hal yang berbau seks dan kekerasan selalu menjadi komoditas yang laris di pasaran. Peneliti LIPI Romi Satria Wahono menjelaskan bahwa 80 persen bisnis internet didominasi bisnis situs porno. Tidak tanggung-tanggung, kontribusi situs porno tersebut mencapai 18 miliar dolar per tahun.

Sementara itu, jumlah halaman situs yang mengandung pornografi mencapai 1,3 miliar. Kemudian, di antara 1 miliar pengguna internet, 60% membuka situs porno saat terkoneksi internet (Banjarmasin Post 31/12/2007).

Incaran Teratas

Hasil penelitian itu menjadi bukti urusan selangkangan selalu menjadi incaran teratas. Meski banyak yang menentang dan menghujat situs porno, kenyataannya, keberadaannya sangat dicari-cari. Pasar untuk segmentasi pornografi di negeri ini pun jumlahnya masih sangat besar. Tinggal bagaimana kita berperang menghadapi pasar karena sesungguhnya kekuatan pasarlah yang menjadi musuh kita. Efektivitas penutupan situs porno itu sedang ditunggu banyak pihak. Benarkah langkah tersebut bisa meredam peredaran tayangan porno yang sudah merajalela di negeri ini. Ataukah hanya menjadi gertak sambal dan omong kosong pemerintah saja. Sebab, meredam segala hal tentang porno, menurut saya, sangatlah sulit.

Karena itulah, sebenarnya diperlukan gerakan nyata dari berbagai pihak untuk melakukan media literacy (melek media). Memberikan pembelajaran dan penyadaran tentang segala hal yang berkaitan dengan informasi di media. Misalnya, memberikan pengetahuan bahwa situs-situs atau pun tayangan porno merupakan tayangan sampah yang tidak memberikan nilai tambah bagi kehidupan kita. Selain itu, peran orang tua sangat diperlukan untuk memberikan pengawasan kepada anak. Memberikan pendampingan kepada anak tentang tayangan yang ditonton/dibaca di media dan juga memberikan porsi tontonan yang layak untuk dikonsumsi. Meski penutupan situs porno itu merupakan langkah maju, percuma saja jika tidak didukung berbagai pihak terkait. Tentu saja, aturan-aturan yang mengatur tentang peredaran tayangan seksualitas dan kekerasan harus dipertegas. (***)

Komentar bertahan »

Stres dan Penanganannya

Jumat, 11 April 2008
Oleh : Samsoel Bahri Joenoes, Dosen Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang
Dalam lingkungan hidup sehari-hari, manusia tidak akan terlepas dari stres. Lingkungan fisik di mana dia berdiam seperti kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas, lingkungan sosial seperti hubungan suami istri atau bertetangga yang sering memburuk, keadaan fisik yang sedang sulit, krisis hidup yang sedang dialami seperti kehidupan orangtua, diputus pacar, kejenuhan karena rutinitas, maupun reaksi individu terhadap stres itu sendiri, merupakan sumber stres yang akan dihadapi manusia dari waktu kewaktu sepanjang hidupnya.

Stres sebenarnya bersifat individual, sehingga reaksi spesifik dari seseorang ketika berhadapan dengan sumber stres, itulah yanga dinamai denagn stres. Dampak stres sendiri dapat dikategorikan dua macam, pertama stres yang dapat merugikan atau yang mennyakitkan, sering disebut dengan  “distres” sedangkan yang kedua, dampak stres yang menantang,bergairah, memacu prestasi maupun hal-hal yang positif dinamakan “eustres”.

Seandainya akhir-akhir ini anda sering tidak dapat menahan emosi, meledak-ledak tanpa terkendali, merasa terus khawatir dan ketakutan yang  berlebihan terhadap segala hal, tiba-tiba merasa bingung, sedih tanpa alasan, sukar berkonsultasi dan pelupa, mengalami kesulitan dan ragu-ragu di saat mengambil keputusan, kehilangan minat untuk bergaul akrab dengan orang lain, bahkan mulai mencurigai lingkungan. Hati-hati dan waspadalah karena itu merupakan gejala psikologis serangan stres. Keadaan seperti ini juga sering disertai oleh gejala pisik seperti kurang tidur, cepat merasa letih, nafsu makan berkurang, sakit perut tanpa sebab, serta sakit kepala sepanjang hari.

Oleh karena stres merupakan bagian dari kehidupan menusia sehari-hari, tentu stres sukar dihindari. Namun manusia dikarunia akal dan budi, maka tentu banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai keseimbangan hidup kembali atau paling tidak meminimalkan dampak-dampak stres yang tentu saja merugikan diri pribadi. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengelolanya menjadi sesuatu yang dapat dikendalikan.

Megelola stres harus dimulai dengan mencoba mengenali dirinya sendiri, mengamati kebiasaan-kebiasaan yang berhubungan dengan dirinya sendiri atau dengan orang lain. Ada individu yang cenderung menyalahkan diri sendiri, jka ada yang tidak beres, tetapi banyak pula yang menyalahkan orang lain atau nasib dan keadaan. Hal ini dibutuhkan suatu cara  yang lebih objektif untuk mengevaluasi keadaan yang sebenarnya, melalui dialog-dialog internal. Banyak para pakar telah membuktikan bahwa apa yang dikatakan pada diri sendiri atau disebut juga dialog internal, akan mempengaruhi perasaan, emosi dan perilaku seseorang.

Jadi apabila apa yang dikatakan pada diri sendiri bersifat negatif, maka emosi yang muncul biasanya akan negatif, hal ini akan mempengaruhi perilakunya juga, sebaliknya apabila dialog internal yang dikembangkan positif sifatnya, maka emosi dan perilaku yang muncul lebih positif atau netral. Tentu saja hal ini akan membuat seseorang menjadi lebih tenang serta dapat menempatkan segala sesuatu dengan lebih profesional.

Dialog internal ini tentu ada kaitannya dengan terapi kognitif yang sedang dikembangkan di Indonesia. Terapi ini memanfaatkan pikiran-pikiran positif, misalnya kita melihat isi gelas separoh, kalau orang berpikiran negatif akan mengembangkan  dialog internal seperti, “ sayang tinggal separoh”. Sedangkan orang yang berpikiran positif pasti akan berkata ”untung masih ada separoh”. Dari internal yang positif ini maka akan muncul harapan yang akan mempengaruhi emosi kita adan akan mendukung prilaku ke arah yang lebih positif.

Di samping itu dapat pula diamati tentang ekspresi wajah yang tenang, positif dan bersih, dengan cara mengembangkan ekspresi wajah yang sangat jernih dan positif. Mungkin banyak orang yang belum menyadari bahwa ternyata ada kaitannya antara ekspresi wajah dan emosi terhadap kegoncangan jiwa kita. Hal inilah yang menjadi objek penelitian oleh Robert Zojonc, seorang psikolog. Ada sebuah cerita yang menarik yang berhubungan dengan masalah yang kita bahas ini. Mungkin kita masih ingat sebuah drama ayang berjudul Not J. Diperankan oleh Samoel Beckett, semenjak latihan pamerannya sudah diserang stres berat, sampai akhirnya selesai pementasan diharuskan mendapatkan perawatan psikiater akibat jiwanya tergoncang. Kenapa begitu? Setelah diteliti ternyata drama tersebut berisi permainan ekspresi wajah dan manipulasi emosi yang cenderung murung dan negatif.

Paul Ekmen (1983), menemukan bahwa ekspresi wajah ada hubungan dengan detak jatung, suhu kulit, aktivitas kelenjer keringat, dan kondisi otot. Jadi dengan mengubah ekpresi wajah dapat mengubah kondisi tubuh serta mempengaruhi keadaan jiwa melalui aktivitas-aktivitas senyawa dalam otak kita. banyak para ahli kini sedang meneliti kemungkinan disusunnya terapi berdasarkan manipulasi ekspresi wajah yang lebih positif.

Maka untuk mengendalikan diri ketika dalam keadaan takut dan berang, seseorang tidak perlu susah-susah menekan emosi yang rasanya mau meledak dan tidak terbendung lagi. Cobalah mula-mula dengan tersenyum ketika emosi yang mendadak datang, dengan metode ini stres mudah-mudahan berkurang. Makanya ada pameo, bahwa ketawa itu sehat, mulailah sebuah hari dengan tersenyum, bagi pagi hari tersenyum akan menenangkan batin, menjelang sore, hidup akan berjalan ringan dan menyenangkan. Setelah mengenal diri sendiri dan memahami dengan baik, maka seseorang akan menemukan cara yang tepat untuk mengendalikan stres agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan dan merugikan diri sendiri.

Berolah raga secara teratur, mengembangkan hobi yang menyenangkan atau mencba permainan baru yang sedikit menantang, tentu akan memberikan nuansa baru dalam mengatasi rutinitas kita. Seandainya kita tidak punya banyak waktu dan stres begitu berat, cobalah lakukan relaksasi dengan tenang, hal ini dapat dilakukan dengan hemat biaya. Kencangkan dengan perlahan-lahan otot-otot tubuh, sesudah itu lepaskan pula perlahan-lahan. Dududklah dengan santai, lepaskan benda-benda yang mengikat dan menganggu gerakan. Seluruh otot-otot dibuat seolah-olah tenang tidak bekerja. Ada relaksasi, dengan pernapasan, tariklah napas dalam-dalam tahan beberapa saat lalu keluarkan perlahan-lahan, lakukan berulang. Secara fantasi dapat juga dilakukan seperti membayangkan sesuatu untuk merangsang panca indra. Duduk atau berbaringlah secara nyaman, lalu bayangkanlah kicauan burung-burung, deburan ombak, hembusan angin sepoi-sepoi.

Tebarkan bunga di tempat tidur atau tempat-tempat istirahat, hirup dengan nikmat, kalau dapat diiringi dengan musik halus yang membawakan lagu-lagu kenanganan nostalgia anda, yang paling penting diperhatiakan adalah merawat tubuh, kebiasaan makanan yang bergizi, ini akan membantu tubuh melawan beratnya tekanan stres itu. Seandainya hal-hal itu tidak mampu meredam gejolak stres itu, kunci dengan pendekatan yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Pasrahlah bahwa tidak ada yang tidak selesai kalau dimasuki oleh tangan allah SWT tidak mungkin Allah menyengsarakan umatnya, karena dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang, bacalah Alquran, seolah-olah Alquran itu diturunkan untuk anda. (***)

Komentar bertahan »

KONGRES TV KOMUNITAS

Dear all,

Menindaklanjuti pengumuman dari Mas Tomy, bahwa pertemuan TV Komunitas diselenggarakan pada tanggal 18-19-20 Mei 2008 (tgl 17 sore diharapkan peserta sudah berdatangan) . Tempat pertemuan (setelah melalui perdebatan panjang yang berdarah-darah. .. he he) diselenggarakan di Grabag TV, Kec. Grabag, Kabupaten Magelang. Kegiatan pertemuan tersebut; 1) Pembentukan asosiasi/jaringan televisi komunitas Indonesia, 2) diskusi/pertemuan penggiat media literasi dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, 3) orasi kebudayaan tentang demokratisasi penyiaran dan hak publik dalam pemanfaatan ranah publik (frekuensi).

Untuk itu bagi kawan-kawan yang bersedia hadir dimohon mengkonfirmasikan berapa person yang mau hadir, alamat berikut email dan contact person kepada saya (budhi_ynd@yahoo. com) dan Mas Tomy ( tomytaslim@yahoo. com), untuk nantinya akan diundang secara resmi oleh Panitia Pelaksana.

Teman-teman yang besedia hadir, akan diminta partisipasinya seperti posting dari Mas Tommy sebelumnya.

Bagi kawan-kawan yang telah bersedia menjadi panitia lebih lanjut akan diberitahu tugas dan pembagian kerjanya. Pertengah bulan April ini, akan diselenggarakan rapat perdana antara Pokja dan panitia penyelenggara di Magelang.

Tabik,

Budhi Hermanto
Anggota Pokja TV Komunitas

Komentar bertahan »

Pertunjukan Rakyat Kian Terpinggirkan

Senin, 07 April 2008
Padang, Padek– Seiring perkembangan zaman, seni pertunjukan rakyat tradisional kian terpinggirkan. Jika pun ada, pastilah hanya berada di lingkungan masyarakat pedesaan. Bila kenyataaan ini dibiarkan, Kepala Biro Humas Sumbar Devi Kurnia  menilai kesenian ini akan tinggal kenangan. Devi mengutarakan itu dalam pembukaan acara Pagelaran Pertunjukan Rakyat Tradisional di Auditorium Radio Republik Indonesai (RRI) Padang akhir pekan lalu. Devi yang juga sebagai pelaksana acara itu berharap kesenian pertunjukan rakyat tradisional kembali ditumbuhkembangkan

di tengah-tengah masyarakat kota. Penampilan kesenian tradisional ini, kata Devi dapat menumbuhkan kembali komunikasi tradisional yang mulai bergeser di kalangan masyakarat Minangkabau dan Indonesia umumnya. ”Kita berharap, semua kalangan memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini,” tegas Devi. Sementara Kepala RRI Padang Mulyadi menambahkan, RRI sebagai lembaga penyiaran publik sangat menyambut baik itikad baik dari pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informasi  RI (Dekominfo), yang telah memikirkan untuk mengiventarisir nilai-nilai cagar budaya yang selama hampir punah.

Sample ImageTerpinggirkan: Penampilan salah satu grup kesenian pertunjukan rakyat di auditorium Radio Republik Indonesai (RRI) Padang akhir pekan lalu. Kesenian ini mulai terpinggirkan seiring perkembangan jaman.

”Dulu RRI selalu menampilkan kesenian rakyat untuk pendengarnya. Di Sumbar seperti saluang, rabab, salawat dulang, randai, dan lainnya. Namun sekarang acara tersebut tidak begitu diminati lagi,” akunya. Ia menambahkan, kesenian tradisional sangat  memberikan sentuhan nilai-nilai estetika yang membangun rasa persatuan di antara masyarakat.  Dalam acara yang bertajuk ”Revitalisasi dan Aktualisasi Posisi Peran dan Fungsi Media Pertunjukan Rakyat Tradisional sebagai Saluran Diseminasi Informasi” dimeriahkan dengan beberapa kesenian tradisional dari Minangkabau dan Deli Sumut. Kedua daerah ini menampilkan kesenian pertunjukan rakyatnya masing-masing.  Dari Sumut grup Lagak Deli menampilkan kesenian pertunjukan dengan judul ”Datok Paya Terendam”. Sedangkan dari Sumbar grup Tuah Sakato mengampilkan randai kreasi yang berjudul ”Pusako Tinggi”. Penampilan grup Lagak Deli dari Medan Sumut membuat para undangan merasa terhibur.

Cerita yang dipertontonkan membawa audiens untuk berbuat baik pada sesama manusia dengan sepenuh hati. Selain ceritanya mengajak untuk berbuat baik. Lagak Deli yang juga grup kesenian rakyat tradisional yang pernah memperoleh penghargaan juara I tingkat nasional tahun 2007, tetap membawa nilai-nilai estetika kasih sayang dengan sesama.  Sebelumnya penampilan dibuka kelompok musik dari STSI Padangpanjang. Kelompok ini mempertunjukan kesenian dari alat tiup tradisonal. Yang mana semuanya terbuat dari bambu, namun musik yang dihasilkan sangat beragam. Pada malam itu, juga dihadiri pada seniman dan praktisi kebudayaan dari Sumbar. Di antaranya, Mak Katik, Dekan Fakultas Sastra Adriyetti Amir, artis Minang kawakan Elly Kasim dan lain sebagainya. (mg7)

Komentar bertahan »

IZIN RADIO DISERAHKAN

Sumbar Catat Sejarah Bidang Penyiaran, 24 TV dan Radio Dapat Izin

Jumat, 28 Maret 2008
Padang, Padek– Setelah lahirnya undang-undang tentang penyiaran, 24 stasiun televisi dan radio di Sumbar mencatat sejarah baru dalam dunia kepenyiaran. Sejak disahkannya UU No 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, baru di Sumbar Izin Penyiaran Publik (IPP) dikeluarkan. Sementara di daerah lain belum satu izin pun yang dikeluarkan oleh Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).

Hal itu diutarakan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumbar Feri Zein dalam penyerahan IPP untuk dua stasiun TV dan 22 radio swasta di Sumbar. Untuk mendapatkan IPP tadi, menurut Feri, memang diperlukan surat dari KPID. “Sumbar menjadi daerah yang pertama kali memiliki izin penyiaran. Apa yang telah dicapai Sumbar diharapkan bisa menjadi momentum kemajuan penyiaran di Sumbar khususnya,” harap Feri setelah penyerahan IPP pada 24 stasiun TV dan radio di  Hotel Bumiminang, Kamis (27/3).

Anggota Komisioner KPI Pusat Bimo Nugroho mengharapkan, sejarah yang terjadi di Sumbar menjadi awal dari perkembangan penyiaran publik yang melibatkan TV dan radio. “Sesuai dengan peraturan yang berlaku izin yang telah diperoleh tersebut dapat memperlancar perkembangan penyiaran di Indonesia pada umumnya. Bagi yang belum memperoleh izin tersebut, bukan maksud KPI untuk menundanya. Untuk merekomendasikan izin tersebut ke Depkominfo butuh proses panjang,” ujarnya.

Sample ImageIzin Penyiaran: Pimpinan Padang TV Firdaus (kiri) bersalaman dengan  Direktur Kelembagaan Komunikasi Pemerintahan Daerah Depkominfo Bambang Subijantoro, disaksikan Ketua KPID Sumbar Feri Zein, di Hotel Bumiminang, Kamis (27/3).

Saat ini menurut Bimo masih ada sekitar 2.200 izin lagi yang belum diproses. Sementara yang belum mengurus izinnya jumlahnya lebih banyak dari itu. Setelah syarat perizinan dilengkapi di KPID masing-masing, di KPI pusat juga dilakukan pengecekan kembali syarat-syarat tersebut. Sementara Direktur Kelembagaan Komunikasi Pemerintah Daerah Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) Bambang Subijantoro mengharapkan, kalau mengkaji UU Penyiaran meliputi hiburan, informasi, perekat bangsa, perekat sosial, pendidikan dan ekonomi, fungsi ekonomi-lah yang mudah dilaksanakan. “Sementara untuk lima fungsi lainnya sulit untuk dilaksanakan. Hal itu adalah amanah yang harus ditanggung lembaga penyiaran,” terangnya.

Setelah diperolehnya IPP ini, sesuai prosedur, pemilik izin harus melanjutkan dengan mengurus Izin Siaran Radio (ISR) yang berhubungan dengan pembagian frekuensi. Setelah itu, dilakukan uji coba siaran. Tapi bagi yang telah lama melangsungkan siarannya sebelum adanya izin ini, dilanjutkan dengan evaluasi uji coba siaran tadi. “Para pemilik IPP harus memiliki ISR dan sebaliknya. Ibarat telur dan ayam,” jelasnya. Salah satu TV yang memperoleh IPP adalah Padang TV. Pimpinan Redaksi Padang TV Firdaus mengharapkan dengan adanya izin ini, TV-nya mampu meningkatkan program-progamnya. Saat ini Padang TV telah mengudara lebih dari satu tahun. “Setelah ini kita akan lanjutkan dengan prosedur yang diutarakan Pak Bambang tadi,” tukasnya.

Sementara Pimpinan ELSI FM dr Khairul Said menyampaikan rasa terima kasih pada KPID yang telah memberikan izin bagi radio dan TV di Sumbar. “Izin ini menjadi catatan besar untuk ELSI FM khususnya dan TV serta radio lain yang memperoleh IPP karena kita menjadi yang pertama di Indonesia,” tukasnya. (dy)

Komentar bertahan »